Thursday, January 8, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Artikel

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

by Aliansi Zero Waste Indonesia
December 18, 2025
in Artikel
Reading Time: 5min read
0
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Surakarta, 5 Desember 2025 – Pasar tradisional sebagai salah satu pusat kearifan pangan lokal, sering menjadi destinasi berbelanjaan mulai dari sayur, buah, hingga makanan atau jajanan. Akan tetapi, kondisi tersebut seringkali menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah. Bahkan pasar tradisional menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar ke TPA. Kementerian Lingkungan Hidup mengungkapkan 13,5 persen sampah di TPA berasal dari pasar tradisional. Tak luput menghadapi tantangan yang serupa, di Kota Surakarta pengelolaan sampah pasar masih menggunakan sistem kumpul angkut buang. Sistem tersebut memperburuk tingginya timbulan sampah TPA yang saat ini masih menggunakan open dumping tanpa adanya pengelolaan lebih lanjut. Tidak jarang juga pasar tradisional di anggap sebagai tempat yang kumuh dan tidak bersih.

Namun, stigma tersebut perlahan dipatahkan oleh pedagang dan pengelola Pasar Jebres. Melalui kolaborasi strategis antara Gita Pertiwi dan Dinas Perdagangan Pasar Jebres kini bertransformasi menjadi model pasar rakyat minim sampah yang berwawasan lingkungan. Sejak di launching pada 3 Desember 2024, pasar ini sudah menunjukan perubahan sedikit demi sedikit dalam mengurangi timbulan sampah.

Hasil riset yang dilakukan Gita Pertiwi menunjukan dari kegiatan pasar minim sampah penggunaan kemasan plastic sekali pakai berkurang 14% dari 83 pcs/pedagang/hari menjadi 71 pcs/pedagang/hari. Selain itu saat ini ada keranjang pemanfaatan pangan berlebih dari dagangan yang tidak terjual tapi masih layak konsumsi. Kurang lebih 600 kg pangan berlebih berupa sayur, buah, dan lauk terselamatkan hingga di salurkan pada panti, komunitas berbagi, dan pemulung. Belum lagi adanya bank sampah yang mengelola sampah anorganik pedagang dan sampah organiknya. Walaupun sudah ada perubahan, upaya penyadaran terus dilakukan agar dapat menyeluruh dilakukan oleh setiap aktor pasar.

Momentum perubahan ini menjadi daya tarik tersendiri dari pasar rakyat yang dapat mengelola sampah dari sumber. Bahkan program ini menjadi daya tarik nasional yang ditandai dengan pelaksanaan GERNASMAPAN (Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara) dari Kementerian Perdagangan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 5 Desember 2025 ini melibatkan pedagang pasar, pengelola pasar, hingga masyarakat sekitar. Pasar Jebres dipilih untuk pelaksanaan GERNASMAPAN, karena memiliki model unik yaitu pasar minim sampah. Kegiatan nasional ini menjadi kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Pemkot Surakarta dengan Gita Pertiwi.

Kegiatan yang terdiri dari dengan sekolah pasar rakyat dan aksi bersih pasar ini menjadi Langkah awal untuk meningkatkan kesadaran pedagang, pengelola pasar, dan pengunjung pasar dalam menjaga kebersihan.

Sekolah Pasar: Mengubah Pola Pikir Pedagang

Pasar Jebres bukanlah pasar baru; pasar ini telah berdiri selama 40 tahun dengan pedagang yang rata-rata telah berjualan selama 10-15 tahun. Tantangan terbesar dalam modernisasi pasar tua adalah mengubah kebiasaan lama.

Dalam sesi Sekolah Pasar Rakyat, Gita Pertiwi yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya tidak hanya memilah, tetapi juga mengelola sampah. Berdasarkan temuan di lapangan, pedagang Pasar Jebres sebenarnya sudah memahami perbedaan sampah organik dan anorganik. Namun, masih ada beberapa pedagang yang terkendala tentang cara memanfaatkan sampah terutama sampah organik yang paling banyak dihasilkan pedagang pasar.

Selain fokus pada organik, dalam sekolah pasar juga menyoroti bahaya laten sampah plastik. Edukasi yang diberikan membuka mata para pedagang bahwa penguraian plastik memakan waktu sangat lama dan berisiko menghasilkan mikroplastik serta zat karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan.

Salah satu momen paling krusial dalam sesi Sekolah Pasar Rakyat ini adalah ketika materi mengenai dampak sampah plastik dipaparkan. Gita Pertiwi, selaku narasumber, membuka wawasan pedagang tentang bahaya tersembunyi di balik kantong kresek dan kemasan yang mereka gunakan sehari-hari.

Banyak pedagang yang tampak terkejut saat mengetahui fakta bahwa proses penguraian plastik memakan waktu sangat lama dibandingkan jenis sampah lainnya. Rasa kaget tersebut bertambah ketika dijelaskan bahwa plastik yang tidak terurai dengan benar akan berubah menjadi mikroplastik dan melepaskan senyawa kimia berbahaya yang dapat memicu kanker, gangguan saraf, dan gangguan pernapasan.

Informasi ini menjadi shock therapy positif yang memicu kesadaran kolektif pedagang untuk lebih sadar dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti botol minum, kemasan blanja plastik dan sedotan plastik.

Para pedagang yang sebelumnya hanya memahami perbedaan dasar antara sampah organik dan anorganik, kini menyatakan kesepakatan dan komitmennya untuk melakukan pengelolaan sampah yang lebih baik. Mereka setuju bahwa sampah pasar, terutama organik yang mendominasi seperti sayuran, bonggol pisang, dan dedaunan, tidak boleh lagi dibuang percuma. Kesepakatan ini mencakup kesediaan pedagang kedepan untuk mengoptimalkan pemilahan sampah dari sumbernya (lapak masing-masing) agar dapat dimanfaatkan kembali.

Aksi Bersih Pasar Bersama Pak Menteri

Kunjungan Menteri Perdagangan dalam rangkaian kegiatan GERNASMAPAN (Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara) di Pasar Jebres menjadi momentum krusial untuk mendorong terciptanya ekosistem pasar yang bersih dan modern. Dalam kunjungan ini, Menteri Perdagangan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Walikota Surakarta dan jajaran dinas terkait meninjau langsung pelaksanaan “Aksi Bersih Sampah” yang melibatkan kolaborasi aktif antara pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat sekitar.

“Harapannya dengan kegiatan ini pasar-pasar bersih, tidak becek, dan tidak bau sehingga terhindar dari sampah,” jelas Pak Budi Santoso Menteri Perdagangan Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, fokus utama tertuju pada praktik pasar minim sampah, di mana Menteri melihat langsung potensi pengelolaan limbah organik seperti sayuran dan dedaunan yang mendominasi sampah pasar. Peninjauan ini juga menyoroti integrasi pengelolaan sampah yang tidak berhenti di tempat pembuangan sementara, melainkan dikerjasamakan dengan kelompok pengelola lokal seperti TPS3R dan Bank Sampah Gajah Putih untuk diolah menjadi pupuk. Sampah-sampah organik seperti sisa sayur disalurkan ke unit-unit ini untuk diolah menjadi kompos maupun Pupuk Organik Cair (POC). Langkah taktis ini dinilai sebagai praktik baik yang membuktikan bahwa pasar tradisional mampu bertransformasi menjadi kawasan niaga yang ramah lingkungan dan minim residu sampah.

Model pasar minim sampah tersebut mendapatkan dukungan dan apresiasi dari Bapak Menteri Budi Santoso. Selain itu, Walikota Surakarta Respati Ardi juga mengapresiasi dan berterimakasih terhadap komitmen Gita Pertiwi dalam mendukung upaya zero waste di Kota Surakarta.

“Sampah di Kota Surakarta ini yang ke TPA 70% adalah sampah organik, dan ini yang kami dengan Gita Pertiwi terus galakan untuk mengurangi debit sampah organik ke TPA. Melalui program ini harapannya dapat diterapkan di pasar-pasar lain untuk menyadarkan pedagang pasar akan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup atau limbar dari pasar-pasar ini,” kata Respati Ardi Walikota Surakarta.

Praktik baik yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah konektivitas pengelolaan sampah. Menyadari bahwa sampah organik tidak dapat seluruhnya dikelola di lokasi pasar yang terbatas, solusi kolaboratif pun dimunculkan.

Harapan Pedagang

Kunjungan perwakilan kementerian dan dinas terkait dalam kegiatan ini juga menjadi ajang dialog terbuka. Para pedagang menyampaikan aspirasi agar pasar tradisional tetap hidup di tengah gempuran pasar modern. Salah satu masukan krusial adalah permintaan penertiban pedagang yang berjualan di luar area pasar agar dimasukkan ke dalam pasar, sehingga tercipta persaingan yang adil.

Dengan adanya Sekolah Pasar Rakyat dan integrasi sistem pengelolaan sampah yang baik, Pasar Jebres diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang publik yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga Surakarta.

Respati juga berharap dan berterimakasih kepada Gita Pertiwi untuk berbagai aksi zero waste yang dilakukan di Kota Surakarta.

“Saya Berterimakasih kepada Gita Pertiwi yang selalu mengupayakan dan mendorong zero waste di Kota Surakarta ini,” ujar Respati.

Kedepan praktik baik Pasar Minim Sampah akan di sebarkan dan bisa diterapkan di seluruh pasar untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA dari pasar-pasar tradisional. (Gita Pertiwi)

Tags: plastik sekali pakai
Previous Post

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025

Recent News

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In