Siaran Pers Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)
Untuk dirilis segera
Jenewa, 5 Agustus 2025 – Sesi kelima perundingan Intergovernmental Negotiating Committee bagian kedua (INC-5.2) resmi berlangsung di Jenewa hingga 14 Agustus 2025. Pertemuan ini digadang sebagai putaran akhir dalam merumuskan perjanjian baru di bidang kesehatan lingkungan untuk mengatasi polusi plastik di seluruh siklus hidupnya.
Negosiasi berlangsung di Kantor PBB Jenewa (United Nations Office at Geneva/UNOG), yang berlokasi di Palais des Nations, kompleks bersejarah yang menjadi pusat PBB terbesar kedua setelah New York. Palais des Nations merupakan salah satu pusat konferensi diplomatik terbesar di dunia, dengan sekitar 8.000 pertemuan diselenggarakan setiap tahunnya. Sebagian besar ruang konferensi di gedung ini masih mempertahankan desain asli sejak dibangun pada 1930-an.
Dengan semangat multilateralisme dan rekam jejak panjang kesepakatan internasional yang ditandatangani di Jenewa, para delegasi dalam INC-5.2 membawa mandat penting: menyelesaikan naskah akhir perjanjian pada tahun ini, sebagaimana dimandatkan dalam Resolusi UNEA 5/14.
Negosiasi final ini akan berlandaskan pada Chair’s Text yang diterbitkan pada Desember 2024, hasil kompilasi berbagai masukan dari delegasi negara pada sesi INC-5.1 di Busan. Dokumen ini menjadi kerangka dasar dalam penyusunan perjanjian plastik global yang mengikat secara hukum. Chair’s Text memuat area kunci dan berbagai opsi solusi untuk mengatasi polusi plastik di seluruh tahap siklus hidupnya.
Naskah tersebut merupakan hasil pengumpulan masukan dari lebih dari 170 negara, dan akan terus dikembangkan lebih lanjut dalam sesi INC-5.2 di Jenewa, Agustus ini. Sekretariat perundingan Perjanjian Plastik menyatakan bahwa hingga saat ini terdapat 3.694 peserta yang telah terdaftar, terdiri dari:
- 1.694 delegasi dari 180 negara anggota Komite;
- 1.832 pemantau (observer) dari 583 organisasi non-pemerintah (NGO);
- 40 pemantau dari 17 organisasi antar-pemerintah;
- 90 pemantau dari 18 entitas PBB; dan
- 315 jurnalis/media, termasuk dari korps media resmi UNOG.
Meski proses resmi baru dimulai hari ini, dinamika di luar ruang negosiasi sudah bergulir sejak kemarin. Beragam side events digelar di luar lokasi utama, termasuk aksi damai yang diinisiasi masyarakat sipil global. Ratusan peserta dari berbagai negara berkumpul di Place des Nations, Jenewa, menyerukan agar perjanjian ini tidak tersandera kepentingan industri pencemar, tapi fokus pada akar krisis: produksi plastik berlebih yang mengancam manusia dan lingkungan.

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) turut hadir dalam proses INC-5.2 sebagai bagian dari jaringan pengamat masyarakat sipil, sekaligus menyuarakan pentingnya keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan global. AZWI menegaskan bahwa perjanjian ini harus berpihak pada perlindungan lingkungan dan kesehatan manusia, serta mengedepankan keadilan bagi negara-negara berkembang yang selama ini terdampak praktik perdagangan sampah global.
— SELESAI –
dokumentasi dapat diunduh disini
Narahubung:
Kia, Comms Officer AZWI
Telepon: 0852 1580 9537
Anggota AZWI yang Menjadi Observer di INC-5.2 Jenewa, Swiss | 5–14 Agustus 2025
Yuyun Ismawati Drwiega [Senior Advisor, Nexus3 Foundation]
Berpengalaman luas dalam isu kesehatan lingkungan, bahan kimia berbahaya, dan limbah. Pendekatannya berfokus pada partisipatif, pelibatan pemangku kepentingan, dan perubahan sistemik sebagai kunci untuk menangani krisis lingkungan dan kesehatan.
Nindhita Proboretno [Toxics Program Manager, Nexus3 Foundation]
Berpengalaman dalam isu pengelolaan sampah, polusi plastik, gender dan sampah, sekolah bebas plastik, waste-to-energy, serta senyawa organik persisten (POPs) dalam plastik.
Rahyang Nusantara [Deputy Director, Dietplastik Indonesia]
Telah lebih dari 10 tahun aktif dalam kampanye lingkungan, khususnya advokasi pengurangan sampah plastik. Saat ini fokus pada sistem guna ulang (reuse ecosystem).
Ibar Akbar [Zero Waste Campaigner, Greenpeace Indonesia]
Memimpin kampanye plastik sejak 2020, dengan fokus pada akuntabilitas produsen, pengurangan produksi plastik, serta transparansi dan implementasi solusi pengurangan sampah di sektor manufaktur.
Tentang Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)
Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah jaringan organisasi yang mengkampanyekan implementasi konsep zero waste yang benar melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen untuk mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan prinsip hirarki pengelolaan sampah dan siklus hidup material.
Website: aliansizerowaste.id













