Monday, February 2, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Plastics Treaty

Hari Pertama INC 5.2: Seruan Masyarakat Sipil Menggema, Jadwal Negosiasi Disepakati

by Aliansi Zero Waste Indonesia
August 7, 2025
in Plastics Treaty, Siaran Pers
Reading Time: 5min read
0
Hari Pertama INC 5.2: Seruan Masyarakat Sipil Menggema, Jadwal Negosiasi Disepakati
0
SHARES
77
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Untuk dirilis segera 

Jenewa, 5 Agustus 2025 – Sesi lanjutan perundingan perjanjian internasional tentang polusi plastik (INC 5.2) resmi dimulai pukul 10 pagi waktu setempat di Palais des Nations, Jenewa, Swiss. Gedung bersejarah yang merupakan contoh arsitektur abad ke-20 ini terletak di taman indah Ariana Park dan menjadi simbol diplomasi multilateral.

Hari pertama dibuka dengan sesi pleno yang dihadiri oleh 184 negara anggota, lebih dari 3.700 peserta, serta 619 organisasi pengamat. Agenda difokuskan pada pembahasan teknis terkait penjadwalan kelompok diskusi, sekaligus membuka ruang bagi negara-negara dan pengamat untuk menyampaikan pandangannya terhadap proses negosiasi perjanjian plastik global yang mengikat secara hukum.

Dalam pidato pembukaannya, Ketua INC, Duta Besar Luis Vayas Valdivieso, menyatakan bahwa polusi plastik adalah krisis buatan manusia yang dapat dan harus diselesaikan melalui kolaborasi global dan keputusan berani. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, dunia berada dalam jangkauan untuk memiliki instrumen internasional yang mengikat secara hukum guna mengakhiri polusi plastik,” ujarnya.

Ketua INC, Duta Besar Luis Vayas Valdivieso. (Doc: UNEP)

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen, mengakui bahwa jalan menuju kesepakatan tidak akan mudah. Namun, menurutnya, intensitas diplomasi dan semangat kolaborasi yang telah ditunjukkan negara-negara peserta menandakan adanya tekad kolektif untuk menghadirkan solusi. “Dunia ingin Anda berhasil. Dunia ingin dan membutuhkan solusi untuk mengatasi krisis polusi plastik, yang kini telah mencemari alam, lautan, bahkan aliran darah kita,” tegasnya. Ia menyerukan agar para delegasi menjadikan perundingan ini sebagai titik balik dalam sejarah perlindungan lingkungan.

Dalam sesi pleno yang sama, masyarakat sipil juga diberikan waktu terbatas untuk menyampaikan pernyataan. Meski hanya diberi jatah 30 menit, berbagai organisasi masyarakat sipil, ilmuwan, pemuda, perempuan, dan komunitas terdampak memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerukan agar perjanjian yang dihasilkan tidak berhenti pada solusi teknis semata, tetapi mampu menjawab akar persoalan krisis plastik secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Perwakilan pemulung dunia mendapat sorotan atas pernyataannya yang menyebut bahwa tanpa transisi yang adil dan pendanaan yang transparan, krisis ini hanya akan memburuk. Koalisi ilmuwan internasional juga mengingatkan bahwa seluruh siklus hidup plastik dari produksi hingga pembuangan, membawa dampak beracun. Seruan senada datang dari kelompok perempuan dan pemuda, masyarakat adat, pemerintah lokal, serta organisasi keadilan lingkungan: bahwa krisis plastik bukan sekadar persoalan sampah, tetapi menyangkut kehidupan, hak asasi manusia, dan keadilan antargenerasi.

Sementara itu, suara industri juga turut hadir dalam ruang perundingan. Berbagai asosiasi dan pelaku industri menyatakan dukungan terhadap perjanjian yang mendorong ekonomi sirkular dan inovasi teknologi. Namun mereka juga menekankan bahwa perjanjian harus tetap “realistis dan fleksibel”, dengan pendekatan sukarela dan bertahap. Sikap ini mencerminkan masih kuatnya tarik menarik antara kepentingan bisnis dan desakan masyarakat sipil untuk menghadirkan solusi menyeluruh atas krisis plastik global.

Usai sesi pembukaan, negosiasi berlanjut dengan pembahasan ulang jadwal Contact Group (CG). Kelompok Afrika, mengusulkan agar jadwal CG1 tidak berjalan bersamaan dengan CG3, mengingat keterbatasan kapasitas negara-negara yang hanya mengirim delegasi kecil. 

Sore harinya, diskusi teknis dimulai dengan pertemuan CG 1 dan CG 4 yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 18.00. Namun karena tingginya jumlah intervensi dan sengketa antarnegara, pertemuan CG 1 diperpanjang hingga pukul 20.00. Salah satu perdebatan krusial muncul ketika sejumlah negara dalam kelompok Like-Minded Countries secara tegas menolak dimasukkannya Pasal 6 tentang pengendalian pasokan produksi plastik (supply). Mereka memblokir pembahasan lebih lanjut mengenai isu ini, yang memicu kekecewaan dari sejumlah delegasi lain.

CG 2 dan CG 3 dilanjutkan pada malam harinya dimulai pukul 19.30 hingga pukul 22.30. Pembahasan pertemuan CG2, usulan proposal Inggris-Panama yang didukung lebih dari 20 negara untuk memperkuat Pasal 7 (releases and leakages) namun ditentang keras oleh negara-negara Like-Minded. Sedangkan pada CG3 membahas Pasal 11 dan Pasal 12 terkait mekanisme dan sumber pembiayaan. 

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) menilai bahwa perbedaan pendekatan ini merupakan tantangan utama dalam negosiasi. Diperlukan keberanian politik untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dengan kebutuhan akan solusi struktural dan jangka panjang. Sebagai bagian dari jaringan pengamat masyarakat sipil di INC 5.2, AZWI mendorong agar perjanjian yang sedang dirundingkan tidak hanya mengandalkan solusi teknis seperti daur ulang dan pengumpulan sampah, tetapi juga berani mengambil langkah mendasar: pengurangan produksi plastik dari hulu, pelarangan bahan kimia berbahaya, dan pengakuan terhadap peran masyarakat akar rumput dalam sistem pengelolaan sampah.

Negosiasi akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan fokus utama pada isi draf perjanjian. AZWI akan terus memantau proses ini dan memastikan bahwa suara masyarakat sipil Indonesia serta negara-negara berkembang tetap diperhitungkan dalam perumusan perjanjian plastik global yang adil, ambisius, dan berpihak pada keadilan sosial dan antargenerasi.

— SELESAI –

dokumentasi dapat diunduh disini

Narahubung:

Kia, Comms Officer AZWI 

Telepon: 0852 1580 9537

Anggota AZWI yang Menjadi Observer di INC-5.2 Jenewa, Swiss | 5–14 Agustus 2025

Yuyun Ismawati Drwiega [Senior Advisor, Nexus3 Foundation]

Berpengalaman luas dalam isu kesehatan lingkungan, bahan kimia berbahaya, dan limbah. Pendekatannya berfokus pada partisipatif, pelibatan pemangku kepentingan, dan perubahan sistemik sebagai kunci untuk menangani krisis lingkungan dan kesehatan.

Nindhita Proboretno [Toxics Program Manager, Nexus3 Foundation]

Berpengalaman dalam isu pengelolaan sampah, polusi plastik, gender dan sampah, sekolah bebas plastik, waste-to-energy, serta senyawa organik persisten (POPs) dalam plastik.

Rahyang Nusantara [Deputy Director, Dietplastik Indonesia]

Telah lebih dari 10 tahun aktif dalam kampanye lingkungan, khususnya advokasi pengurangan sampah plastik. Saat ini fokus pada sistem guna ulang (reuse ecosystem).

Ibar Akbar [Zero Waste Campaigner, Greenpeace Indonesia]

Memimpin kampanye plastik sejak 2020, dengan fokus pada akuntabilitas produsen, pengurangan produksi plastik, serta transparansi dan implementasi solusi pengurangan sampah di sektor manufaktur.

Tentang Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah jaringan organisasi yang mengkampanyekan implementasi konsep zero waste yang benar melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen untuk mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan prinsip hirarki pengelolaan sampah dan siklus hidup material.

Website: aliansizerowaste.id

Tags: INCperjanjian plastikplastics treatyzero waste
Previous Post

Menuju Garis Akhir di Jenewa: Kepentingan Publik Dipertaruhkan dalam Negosiasi Final Perjanjian Global tentang Polusi Plastik 

Next Post

AZWI Kritik Dominasi Pelobi Industri dalam Negosiasi Perjanjian Plastik Global

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
insinerator

Menata Ulang Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional: Perkuat Larangan Insinerator dan Percepat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

January 23, 2026
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025

Recent News

insinerator

Menata Ulang Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional: Perkuat Larangan Insinerator dan Percepat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

January 23, 2026
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In