Thursday, January 8, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Artikel

Komitmen Indonesia Laksanakan Konvensi Internasional Kunci Atasi Masalah Sampah

by Aliansi Zero Waste Indonesia
December 16, 2020
in Artikel, Reportase
Reading Time: 3min read
4
Komitmen Indonesia Laksanakan Konvensi Internasional Kunci Atasi Masalah Sampah
0
SHARES
605
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Semakin bertambahnya volume penggunaan plastik, maka semakin banyak pula sampah plastik yang dihasilkan. Sampah plastik telah menjadi permasalahan sejak mulai diproduksi besar-besaran pada tahun 1950.

Anggota Dewan Pengarah Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) Daru Setyorini mengungkapkan, sejak tahun 1950 sampai 2015 terdapat sebanyak 8300 juta metrik ton plastik diproduksi dalam skala besar. Ada sebanyak 59 persen atau sekitar 4900 juta metrik ton dari produksi plastik menjadi sampah, dan hanya 9,6 persen atau setara dengan 600 juta metrik ton plastik yang didaur ulang. Hal Ini membuktikan bahwa sebagian besar plastik yang diproduksi menjadi sampah di sekitar kita.

“Jika kita lihat, biji plastik daur ulang tidak kompetitif, harganya hampir dua kali lebih mahal dari bijih plastik baru, ini yang menyebabkan negara maju tidak mendaur ulang sampah mereka sendiri, karena biayanya sangat tinggi,” ujar Daru Setyorini dalam sesi pembuka Webinar ‘Urgensi Forum Global Mengatasi Polusi Sampah Plastik’, Selasa (15/12/2020).

Daru menjelaskan, hal inilah yang membuat sebagian besar negara maju mengekspor sampah plastik mereka ke negara lain, terutama negara berkembang seperti Indonesia atau negara asia tenggara lainnya.

Sementara itu, First Secretary Trade and Sustainable Development Negotiator Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) Mardhiah Ridha mengatakan, Indonesia menjadi negara paling tercemar nomor satu di Asia Tenggara dan nomor dua setelah China di mata dunia. Hal ini dibuktikan dengan rusaknya ekosistem sungai di Indonesia, diantaranya Sungai Brantas, Serayu, Bengawan Solo dan Citarum.

“Tentu ini menambah catatan penting bagi negara Indonesia dalam menangani sampah plastik. Karena Indonesia adalah negara maritim yang mayoritas masyarakat bergantung dengan hasil laut,” kata Mardhi.

Meski demikian, Mardhi menjelaskan saat ini sudah ada beberapa upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk mengurangi sampah plastik khususnya dalam 40 tahun terakhir. Diantaranya ada dalam tiga mekanisme, yakni mekanisme bilateral, regional, dan internasional.

“Ada konvensi bansel, United Nations Environment Assembly (UNEA), Konvensi Stockholm, Rotterdam, Participatory country for MARPOL, Protocol on Liability and Compensation, Key player for EAS on Marine Plastic Debris, Rotterdam,” jelasnya.

“Gak cuma itu, ada juga Experts in UNEP Marine Litter, The International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL) Annex I, IV, and V, The ASEAN Framework of Action on Marine Debris, dan UNEP Marine Litter,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubdit Barang dan Kemasan KLHK, Ujang Solihin Sidik memaparkan salah satu usaha dari pemerintah mengatasi sampah plastik sebagaimana mandat konvensi internasional tertera dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut. Dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) tersebut, pemerintah menargetkan pengurangan sampah plastik laut hingga 70 persen pada tahun 2025. 

Mengenai masalah impor sampah yang masih dilakukan Indonesia, hal tersebut berkaitan dengan kurangnya bahan baku. Pemerintah berkomitmen untuk memperketat proses masuknya sampah impor tersebut. 

“Saat ini telah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pelaksanaan Impor Limbah Non B3 untuk bahan baku industri antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Kapolri. Melalui SKB ini ditetapkan batas kontaminan sampah impor sebesar 2,5 persen,” terang Ujang Solihin. 

Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan ICEL, Fajri Fadillah menjelaskan bahwa pengaturan tentang pengendalian sampah plastik sudah tertera dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 75 Tahun 2019 Tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Melalui Permen tersebut, produsen diwajibkan membatasi penjualan plastik dari produksi yang mereka hasilkan dan melakukan penarikan kembali untuk didaur ulang dan menjadi bahan baku kembali. 

“Plastik menjadi sebuah masalah global bukan hanya setelah menjadi limbah, tetapi juga sejak plastik itu diproduksi melalui proses ekstraksi. Produsen secara perlahan harus melakukan pembatasan dan atau pengurangan peredaran plastik itu sendiri,” Jelas Fajri. 

Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu berharap kepada aktor global terutama pemerintah dan kelompok swasta untuk membangun komitmen bersama secara serius dan ambisius atasi masalah sampah plastik seperti mandat konvensi internasional. Dari data yang dimiliki ICEL, usaha dan komitmen global terkini, termasuk komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi pencemaran plastik masih Business as Usual. Usaha dan komitmen BAU diperkirakan hanya akan mengurangi pencemaran plastik ke sumber air dan daratan sebanyak 6,6 persen hingga  7,7 persen pada 2040. Angka tersebut tentu sangat kecil jika dibandingkan dengan timbulan sampah yang terus naik setiap tahun. 

“Kebijakan pengurangan plastik seperti seharusnya mendorong perubahan perilaku konsumen. Perbedaan jenis plastik yang berbahaya dan yang masih bisa didaur ulang perlu dikaji ulang,” pungkasnya. (Kia)

Tags: daur ulangforum globalimpor sampahkonvensi basellimbah imporwaste trade
Previous Post

Webinar Ecoton, Ulas Masalah dan Solusi Pencemaran Sampah Plastik

Next Post

Ragam Cerita Kerja Keras Kampus Bebas dari Sampah Plastik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025

Recent News

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In