Wednesday, September 23, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Siaran Pers

Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

by Aliansi Zero Waste Indonesia
September 23, 2026
in Siaran Pers
Reading Time: 7min read
0
Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kongres Regional Kedua tentang Organik dan Perubahan Iklim di Jakarta Dorong Aksi Iklim yang Terdesentralisasi, Inklusif, dan Didukung Pembiayaan

Jakarta, Indonesia, 23 September 2026 — Kongres Regional Kedua tentang Organik dan Perubahan Iklim resmi diselenggarakan di Jakarta pada 23–24 September 2026. Mempertemukan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, pekerja sampah, praktisi, akademisi, serta kelompok masyarakat dari berbagai negara di Asia, kongres ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah organik dari sumber sebagai bagian penting dari aksi iklim dan upaya mengurangi emisi metana.


Diselenggarakan oleh Dietplastik Indonesia, Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), dan GAIA Asia Pacific, kongres ini melanjutkan fondasi yang dibangun melalui Kongres Regional Pertama di Bengaluru, India, pada 2024. Menjelang COP31, kongres ini menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman lokal dengan agenda iklim regional sekaligus mendorong komitmen terhadap Ikrar Metana Daerah (Cities Methane Pledge), untuk mempercepat perubahan dari sistem kumpul-angkut-buang menuju sistem yang mencegah timbulan sampah, memilah sejak sumber, dan mengolah sampah organik sedekat mungkin dari sumber. 

“Sampah organik sering kali dipandang sebagai masalah kota semata. Padahal, persoalan ini beririsan dengan keadilan, pangan, dan perubahan iklim. Ketika sampah organik tidak dikelola dan masuk ke TPA, ia menghasilkan metana. Sebaliknya, ketika dikelola dari sumber, organik dapat dikembalikan ke tanah dan memperkuat sistem pangan lokal,” ujar David Sutasurya, Direktur Eksekutif Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB) sekaligus Dewan Pengarah AZWI.

Hari pertama kongres diisi dengan lima sesi pleno dan satu side event yang membahas pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat, pembiayaan zero waste, pencegahan kehilangan dan sampah pangan, peran pekerja sampah dalam transisi yang adil, serta arah aksi regional untuk mengurangi emisi metana. Rangkaian diskusi menegaskan bahwa pengurangan metana tidak cukup mengandalkan teknologi di hilir, tetapi membutuhkan pemilahan dari sumber, pengelolaan organik terdesentralisasi, pencegahan sampah pangan, keterlibatan pekerja, serta dukungan kebijakan dan pembiayaan yang berjalan sebagai satu kesatuan.

Pengurangan Metana Dimulai dari Sumber

Emisi metana dari sampah organik tidak dapat dilepaskan dari cara kota mengelola sampahnya. Ketika sisa makanan dan material organik tercampur dan dibawa ke TPA, material tersebut terurai dalam kondisi tanpa oksigen dan menghasilkan metana. Karena itu, pencegahan, pemilahan dari sumber, pengumpulan terpisah, serta pengolahan organik di tingkat komunitas menjadi bagian penting dari strategi pengurangan metana.

Executive Director GAIA Asia Pacific, Froilan Grate, mengatakan berbagai solusi tersebut sebenarnya sudah berjalan di berbagai komunitas di Asia. Filipina misalnya, menunjukkan bahwa sistem zero waste tidak harus dimulai dengan teknologi mahal, tetapi dari kemauan politik dan sistem yang berfungsi, dimulai dari rumah tangga, komunitas, hingga pemerintah daerah. 

“Kita tidak kekurangan solusi. Yang dibutuhkan adalah kebijakan, kapasitas, pembiayaan, dan jaringan untuk membuat solusi lokal berjalan dan berkembang,” jelas Froi. 

Pendanaan Zero Waste Masih Timpang

Dalam sesi “Financing Zero Waste: Lowering Organic Waste Methane”, Director of Climate Policy Initiative sekaligus Dewan Pengarah AZWI, Tiza Mafira menyoroti ketimpangan aliran pendanaan untuk pengurangan metana di sektor sampah. Menurutnya, sebagian besar pendanaan masih mengarah pada waste to energy (WtE), sementara pengelolaan sampah organik memperoleh porsi yang jauh lebih kecil. Padahal, pengalihan sampah organik dari TPA dapat menawarkan biaya investasi (CAPEX) dan operasional (OPEX) yang lebih rendah, termasuk dibandingkan WtE.

“Lebih dari 90 persen pendanaan metana untuk sektor sampah mengalir ke proyek WtE, sementara hanya sekitar 1 persen yang mengalir ke pengelolaan sampah organik. Perlu penguatan pendanaan untuk memperluas sistem, bukan hanya pilot project. Solusi zero waste yang dipimpin secara lokal membutuhkan dukungan jangka panjang, sesuai dengan hirarki pengelolaan sampah.” kata Tiza.

Keterbatasan akses terhadap pembiayaan membuat banyak inisiatif lokal sulit berkembang meskipun telah berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sistem desentralisasi juga menghadapi tantangan dalam mengakses pembiayaan konvensional karena skala usaha kecil, keterbatasan aset, dan pendapatan yang belum selalu dapat diprediksi.

Global Climate Policy Officer GAIA, Yobel Novian Putra menekankan bahwa pembiayaan juga harus mengakui peran pekerja sampah dan komunitas dalam sistem tersebut. Sebab, pekerja sampah tidak hanya berperan dalam pemulihan material yang bernilai ekonomi. Mereka juga dapat menjadi bagian dari layanan pengumpulan dan pengolahan organik yang dibiayai sebagai layanan publik.

“Arus pendanaan untuk solusi pengelolaan sampah saat ini belum sebanding dengan kebutuhan. Bayangkan, sekitar US$4 miliar hanya dialokasikan untuk waste-to-energy. Bagaimana jika sebagian pendanaan itu dialihkan untuk memperkuat sistem zero waste yang dipimpin komunitas? Zero waste tidak hanya mengurangi sampah dan emisi metana, tetapi juga dapat menghemat biaya pengelolaan, menciptakan manfaat ekonomi, serta memberikan berbagai manfaat sosial dan lingkungan lainnya,” ungkap Yobel.

Membangun Sistem dari Tingkat Komunitas

Pengalaman Barangay Potrero di Filipina menjadi salah satu contoh bagaimana sistem zero waste dapat dibangun dan dipertahankan di tingkat lokal. Dengan sekitar 40.000 penduduk dan 11.000 rumah tangga, Potrero telah menjalankan sistem zero waste selama lebih dari satu dekade. 

Eidyl Khate Nolasco dari Barangay Potrero menekankan bahwa keberlanjutan sistem menjadi tantangan ketika dukungan proyek atau hibah berakhir.

“Mulailah dari sumber daya yang sudah ada, bangun sistemnya, dan buat zero waste menjadi bagian dari kelembagaan komunitas,” jelasnya.

Sementara itu, di Denpasar, I Ketut Putra Jaya dari Banjar Tegeh Sari memaparkan model pengelolaan organik berbasis masyarakat melalui program “Banjar Berdaya Sampah”. Dengan pemilahan dan pengumpulan terpisah, sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan melalui maggot BSF, model ini telah berhasil mengelola sekitar 700 kilogram sampah per hari dari 1.200 pelanggan. Hasil olahan kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung pertanian dan peternakan perkotaan.

Mencegah Sampah Makanan, Bukan Sekadar Mengolahnya

Pengurangan sampah organik juga perlu dimulai sebelum makanan menjadi sampah. Dalam Plenary 3, “Closing the Food Gap: Intercepting Food Loss and Food Waste”, peserta membahas keterkaitan antara kehilangan pangan, pemborosan pangan, sistem pangan, dan perubahan iklim. Urgensi ini sejalan dengan target Indonesia untuk mengurangi Food Loss and Waste (FLW) hingga 70 persen sebelum 2045, sebagaimana dituangkan Bappenas dalam roadmap pengurangan FLW sebagai bagian dari upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Di tingkat praktik, Jody Julian dari Carefood memaparkan upaya menyelamatkan pangan surplus yang masih layak konsumsi dari berbagai sumber, termasuk katering, pasar, supermarket, toko roti, dan petani. Pada 2025, Carefood bersama Yayasan Gita Pertiwi menyelamatkan sekitar 46 ton pangan untuk disalurkan kepada penerima manfaat di berbagai lokasi.

“Kami melakukan ini bukan untuk pemerintah, kami melakukan ini bukan untuk komunitas, tapi kami lakukan bukan hanya ke masyarakat tapi untuk kami sendiri menyelamatkan bumi,” kata Jody.

Pembahasan ini menegaskan bahwa pengurangan sampah organik tidak hanya berlangsung di hilir, tetapi perlu dimulai sejak pangan diproduksi, didistribusikan, dikonsumsi, hingga dikelola ketika tidak lagi dapat diselamatkan. Upaya mencegah kehilangan dan pemborosan pangan menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan organik sekaligus aksi iklim. 

Pada 23–24 September, para pembicara akan membagikan strategi lokal dan bukti keberhasilan berbagai inisiatif berbasis masyarakat. Sejumlah peserta juga akan mengikuti kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung program zero waste, termasuk intervensi pencegahan sampah dan kehilangan pangan.

  • Selesai  –

Dokumentasi dapat diunduh di sini

Tentang Organik Congress 2.0

Kongres Regional Kedua tentang Organik dan Perubahan Iklim dapat terselenggara berkat dukungan dari para mitra: The Global Methane Hub, Sequoia Climate Foundation, Urban Movement Innovation Fund, dan Plastic Solutions Fund.

Tentang Dietplastik Indonesia

Dietplastik Indonesia adalah organisasi nirlaba yang mendorong perubahan sistemik untuk mencegah timbulan sampah dan mengurangi emisi sejak dari sumbernya. Berawal dari advokasi nasional untuk mengurangi plastik sekali pakai, kini Dietplastik Indonesia bekerja untuk mendorong perubahan kebijakan, praktik ekonomi, dan pola konsumsi menuju sistem pengelolaan sumber daya yang berlandaskan prinsip guna ulang dan regeneratif. Program unggulan Dietplastik Indonesia—Plastic Free Market, Reuse in Jakarta, MERIT Project, dan FIREFLIES—menghadirkan model solusi yang inklusif dan dapat direplikasi untuk mendorong praktik guna ulang dan regeneratif, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan ketahanan ekosistem.

Tentang Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah koalisi organisasi yang mengadvokasi penerapan 

konsep zero waste melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan hierarki pengelolaan sampah dan pendekatan siklus hidup material. www.aliansizerowaste.id

Tentang GAIA

GAIA adalah jaringan kelompok akar rumput serta aliansi nasional dan regional yang mewakili lebih dari 1.000 organisasi di seluruh dunia. Melalui kerja-kerjanya, GAIA mendorong perubahan global menuju keadilan lingkungan dengan memperkuat gerakan sosial akar rumput yang memajukan solusi atas persoalan sampah dan pencemaran.

GAIA membayangkan dunia yang adil dan zero waste yang dibangun dengan menghormati batas-batas ekologis dan hak-hak masyarakat, di mana masyarakat terbebas dari dampak pencemaran beracun dan sumber daya dilestarikan secara berkelanjutan, bukan dibakar atau ditimbun.www.no-burn.org

Dokumentasi dapat diakses di sini

Kontak Media

Dietplastik Indonesia

Irfan Septian, Senior Communication Lead, Dietplastik Indonesia

irfan@plasticdiet.id | +628176776780

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Kia, Communication Manager AZWI

kia@aliansizerowaste.id | +628138919820

GAIA Asia Pacific

Dan Abril, Communications Officer for Programs, GAIA Asia Pacific

dan@no-burn.org | +63917.4194426

Tags: organic congress
Previous Post

Kebakaran TPA Terus Berulang: Perubahan Iklim atau Mismanajemen TPA?

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

September 23, 2026
Kebakaran TPA Terus Berulang: Perubahan Iklim atau Mismanajemen TPA?

Kebakaran TPA Terus Berulang: Perubahan Iklim atau Mismanajemen TPA?

September 4, 2026

Ketika “Informal” Menjadi Pintu Tertutup: Observer Harus Tetap Terlibat dalam INC Plastik dan ISP-CWP

August 19, 2026
Film The Plastic Detox Buka Ruang Diskusi Solusi Pengurangan Plastik dari Sumber di Makassar

Film The Plastic Detox Buka Ruang Diskusi Solusi Pengurangan Plastik dari Sumber di Makassar

August 1, 2026

Recent News

Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

September 23, 2026
Kebakaran TPA Terus Berulang: Perubahan Iklim atau Mismanajemen TPA?

Kebakaran TPA Terus Berulang: Perubahan Iklim atau Mismanajemen TPA?

September 4, 2026

Ketika “Informal” Menjadi Pintu Tertutup: Observer Harus Tetap Terlibat dalam INC Plastik dan ISP-CWP

August 19, 2026
Film The Plastic Detox Buka Ruang Diskusi Solusi Pengurangan Plastik dari Sumber di Makassar

Film The Plastic Detox Buka Ruang Diskusi Solusi Pengurangan Plastik dari Sumber di Makassar

August 1, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In