Thursday, April 9, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Siaran Pers

Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang

by Aliansi Zero Waste Indonesia
April 6, 2026
in Siaran Pers
Reading Time: 5min read
0
Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers

Untuk dirilis segera 

Jakarta, 6 April 2026 —  Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) menilai krisis pasokan plastik yang terjadi saat ini bukan hanya berdampak pada pedagang kecil, tetapi merupakan krisis sistemik yang memukul seluruh rantai ekonomi, baik dari produsen hingga konsumen. Lonjakan harga terjadi karena terganggunya pasokan petrokimia global akibat konflik di Asia Barat, yang memperlihatkan betapa rentannya sistem plastik berbasis bahan bakar fosil.

Gangguan di jalur strategis seperti Selat Hormuz telah memperketat pasokan bahan baku petrokimia global dan mendorong harga plastik ke level tertinggi. Selat Hormuz adalah jalur vital energi global yang dilalui sekitar 20–30% pasokan minyak dan gas dunia dengan US$20–25 miliar produk petrokimia tiap tahun. Namun ketika konflik terjadi, ekspor minyak dan nafta tersendat. Hingga 1,2 juta barel/hari ekspor nafta bisa terganggu. 

Saat ini, harga nafta melonjak dari USD 600 – USD 800 menjadi US$900/ton. Margin nafta di Asia juga naik dari US$108 menjadi lebih dari US$400/ton. Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku seperti nafta pun ikut terdampak. Sekitar 50% bahan baku plastik diimpor dari Timur Tengah, sehingga kenaikan harga menjalar ke berbagai sektor seperti produsen kemasan, manufaktur, hingga pelaku usaha kecil di sektor makanan. Ini membuktikan plastik terutama sekali pakai sangat bergantung pada sistem fosil global yang merugikan industri, UMKM, konsumen, hingga lingkungan sebab sebagian besar plastik yang diproduksi hanya akan berakhir menjadi sampah yang tak terkelola.

“Akar persoalannya ada pada struktur industri itu sendiri. Sekitar 40% produksi petrokimia digunakan untuk kemasan berkualitas rendah yang hanya dipakai sekali lalu menjadi polusi di dalam negeri. Ini bukan fondasi ekonomi yang kuat. Sebaliknya, sistem yang selama ini mendorong konsumsi plastik sekali pakai, terutama melalui produk sachet, justru menggantikan sistem curah (refill) atau guna ulang (reuse) yang sebelumnya lebih efisien. Artinya, produksi kemasan yang dipakai pada sistem curah (refill) atau guna ulang (reuse) mendorong sistem untuk senantiasa memperpanjang masa pakai kemasan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku minyak,” ujar Direktur Eksekutif Dietplastik Indonesia, Tiza Mafira.

AZWI menegaskan bahwa solusi atas krisis ini bukanlah menunggu harga plastik kembali stabil, melainkan mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai berbasis fosil. Transformasi menuju sistem guna ulang dan isi ulang menjadi langkah strategis yang tidak hanya lebih tangguh terhadap krisis, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi lokal dan menekan timbulan sampah. 

(Salah satu contoh toko curah yang menerapkan sistem guna ulang. Dok.AZWI)

“Yang perlu dilakukan adalah mengubah sistem produksi dan konsumsi supaya lebih sejalan dengan ekonomi sirkuler. Indonesia perlu tegas mewajibkan produsen menerapkan ekonomi sirkuler yang nyata, dimulai dari memastikan produk dan kemasan dapat digunakan berulang kali (reuse), membangun sistem distribusi curah dan isi ulang yang aman, sampai dengan mengembangkan sistem logistik kemasan guna ulang yang memadai. Pemerintah juga perlu menetapkan target wajib sistem guna ulang bagi produsen agar transformasi ini berjalan secara sistemik, bukan sukarela,” jelas Co Coordinator AZWI, Rahyang Nusantara.

Percepatan Implementasi P75 tahun 2019

Selain itu, percepatan implementasi kebijakan nasional juga menjadi kunci. AZWI menilai target pengurangan sampah oleh produsen melalui Permen LHK No. 75 Tahun 2019 (P75) perlu dipercepat, tidak menunggu hingga 2030. Bersamaan dengan itu, pemerintah perlu segera menghentikan produksi dan penggunaan plastik problematik, yaitu plastik bernilai rendah, sulit didaur ulang, dan berpotensi membahayakan kesehatan.

Untuk jenis plastik yang belum dapat dieliminasi, perbaikan tata kelola daur ulang tetap diperlukan. Namun perlu ditegaskan bahwa daur ulang tidak dapat menjadi solusi tunggal, karena sangat bergantung pada pemilahan dan pengangkutan terpilah dari sumber. Tanpa sistem yang baik, plastik berisiko terkontaminasi dan justru membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penguatan daur ulang harus berjalan seiring dengan penghentian material problematik.

“Imbas serangan pemerintah AS dan Israel terhadap Iran mengganggu rantai pasok bahan baku plastik membuat harga kemasan plastik sekali pakai naik, Indonesia harus melepas diri dari ketergantungan energi fosil dan menjadi momentum bagi Pemerintah dan produsen untuk kembali kepada hirarki pengelolaan sampah dengan memprioritaskan pengurangan produksi plastik dari hulu, membangun sistem guna ulang dan memperbaiki tata kelola daur ulang. Memperkuat EPR secara menyeluruh dimulai dengan mengeliminasi kemasan-kemasan yang sulit didaur ulang seperti saset,” ujar Juru Kampanye Zero Waste Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar.

Di sisi hilir, dampak dari sistem plastik sekali pakai juga terlihat pada meningkatnya tekanan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar volume sampah sekitar 20.52%, dan mempercepat penuhnya TPA di berbagai daerah. 

(TPST Bantargebang. Dok.AZWI)

Kajian Zona Perluasan Sarimukti (2025) menunjukkan bahwa peningkatan umur TPA yang paling signifikan dapat dicapai melalui kombinasi pengurangan plastik, pemilahan di sumber, dan pengolahan sampah organik. Dalam simulasi percepatan P75 dari 2030 ke 2027, dengan penerapan sejak 2026, umur TPA diproyeksikan dapat meningkat hingga dua kali lipat.

Pemerintah tidak boleh merespons situasi ini dengan sekadar menunggu harga global stabil. Momentum ini harus dipakai untuk mengoreksi ketergantungan Indonesia pada plastik sekali pakai berbasis fosil. Untuk itu, AZWI mendesak agar Pemerintah segera:

  1. Mempercepat implementasi Permen LHK 75/2019 tanpa menunggu 2030
  2. Mulai melarang bertahap plastik sekali pakai yang sudah masuk daftar pengurangan
  3. Memperluas sistem guna ulang di sektor makanan dan ritel
  4. Menguatkan pemilahan, pengangkutan terpilah dan pengolahan sampah organik maupun non organik di sumber untuk memperpanjang umur TPA
  5. Memperbaiki tata kelola daur ulang serta melarang produksi hingga penggunaan material plastik problematik

—Selesai—

Narahubung:

Kia, Communications Manager AZWI 

Email: kia@aliansizerowaste.id 

Telepon: +62 813-8919-820

Tentang Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah jaringan organisasi yang mengkampanyekan implementasi konsep zero waste yang benar melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen untuk mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan prinsip hirarki pengelolaan sampah dan siklus hidup material. Website: aliansizerowaste.id

Previous Post

Pembakaran Sampah Sumber Utama Mikroplastik di Udara Indonesia

Next Post

Brand Audit Ungkap Dominasi Sampah Sachet Di Kota Kediri, Refill System Jadi Solusi Strategis

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Brand Audit Ungkap Dominasi Sampah Sachet Di Kota Kediri, Refill System Jadi Solusi Strategis

Brand Audit Ungkap Dominasi Sampah Sachet Di Kota Kediri, Refill System Jadi Solusi Strategis

April 9, 2026
Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang

Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang

April 6, 2026
Mikroplastik Ditemukan pada Otak Tikus, Bagaimana dengan Manusia?

Pembakaran Sampah Sumber Utama Mikroplastik di Udara Indonesia

March 29, 2026
Longsoran Sampah Bantargebang, Alarm Keras Tata Kelola Sampah Indonesia

Longsoran Sampah Bantargebang, Alarm Keras Tata Kelola Sampah Indonesia

March 12, 2026

Recent News

Brand Audit Ungkap Dominasi Sampah Sachet Di Kota Kediri, Refill System Jadi Solusi Strategis

Brand Audit Ungkap Dominasi Sampah Sachet Di Kota Kediri, Refill System Jadi Solusi Strategis

April 9, 2026
Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang

Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang

April 6, 2026
Mikroplastik Ditemukan pada Otak Tikus, Bagaimana dengan Manusia?

Pembakaran Sampah Sumber Utama Mikroplastik di Udara Indonesia

March 29, 2026
Longsoran Sampah Bantargebang, Alarm Keras Tata Kelola Sampah Indonesia

Longsoran Sampah Bantargebang, Alarm Keras Tata Kelola Sampah Indonesia

March 12, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In