Thursday, September 24, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Uncategorized

Dari Data ke Aksi Iklim, MERIT Conference 2026 Dorong Penguatan Sistem Pengurangan Metana dari Sektor Sampah

by Aliansi Zero Waste Indonesia
September 24, 2026
in Uncategorized
Reading Time: 5min read
0
PSEL Bali Berpotensi Geser Prioritas Pengelolaan Sampah dari Hulu, AZWI Desak Pemerintah Kembali pada Amanat UU Pengelolaan Sampah
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SIARAN PERS Dietplastik Indonesia

Untuk Disiarkan Segera


Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam MERIT Conference 2026 bertajuk “From Measurement to Mitigation: Membangun Sistem Pengurangan Metana dari Sektor Sampah” yang diselenggarakan oleh Dietplastik Indonesia, PPLH Bali, dan YPBB Bandung. Konferensi ini mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, komunitas ilmiah, mitra internasional, donor, media, serta pemangku kepentingan persampahan untuk membahas pengembangan sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) emisi metana dari sektor persampahan di Indonesia.

“Pembuangan sampah ke TPA tidak bisa lagi kita anggap sebagai hal yang biasa atau solusi akhir untuk semua jenis sampah. Di saat yang sama, kita juga perlu memahami dampak iklim dari cara kita mengelola sampah. Sampah organik yang masuk dan tertimbun di TPA dapat menghasilkan emisi metana. Dan untuk mengurangi emisi tersebut, kita perlu mengetahui terlebih dahulu berapa besar emisinya melalui pengukuran yang kredibel. Inilah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Proyek MERIT sampai dengan fase saat ini,” jelas Ibu Catur Yudha Hariani, Direktur Eksekutif Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali.

Pengukuran yang kredibel menjadi bagian penting karena angka emisi yang digunakan sebagai dasar kebijakan perlu mencerminkan kondisi di lapangan. Pada sesi pertama, MERIT Conference membahas pendekatan pengukuran emisi metana di TPA, yakni data satelit, data komposisi sampah, dan sensor Closed Flux Chamber (CFC) di 3 wilayah proyek. Salah satu yang dilakukan pada Proyek MERIT kali ini adalah mengukur perbedaan emisi yang timbul pada perbedaan musim. “Proses anaerobik di TPA pada musim kemarau menghasilkan flux metana yang lebih tinggi pada pengukuran yang dilakukan. Namun, data ini perlu dikembangkan oleh pemerintah daerah dengan pemetaan risiko agar tidak terjadi kebakaran TPA yang berulang,” jelas Bapak Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, S.T., M.Eng, sebagai Tenaga Ahli Proyek MERIT.

Pada sesi kedua membahas intervensi pengolahan sampah organik di luar TPA, metode pengukuran emisi pada fasilitas pengolahan, serta kebutuhan sistem informasi yang dapat menghubungkan data dari berbagai tahapan pengelolaan sampah.

“Pengukuran MERIT menunjukkan bahwa emisi metana dapat muncul pada berbagai sistem pengolahan sampah organik. Pada studi kasus ini, lubang kompos menunjukkan flux tertinggi diantara pengolahan organik skala komunal lainnya. Banyak faktor yang mempengaruhi produksi metana dari pengolahan, mulai dari konstruksi hingga operasionalisasi. Data seperti ini penting agar kebijakan pengurangan emisi tidak hanya berfokus pada lokasi pembuangan akhir, tetapi juga mempertimbangkan kinerja pengolahan sampah di sepanjang rantai pengelolaan.” ungkap Ibu Siti Ainun, Tenaga Ahli MERIT.

Pengalaman Bandung, Bali, dan Jakarta menjadi bagian dari pembahasan untuk melihat bagaimana sistem informasi persampahan dapat dikembangkan. Selain Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dan sistem informasi yang telah digunakan di sejumlah daerah, MERIT Conference juga membahas prototipe sistem data yang dikembangkan untuk membantu menjawab kesenjangan informasi dalam pengelolaan sampah dan pengukuran emisi.

“Sistem pengelolaan data sampah perlu bertransformasi dari pencatatan manual menuju sistem informasi yang berbasis data primer dan terverifikasi. Dalam Proyek MERIT, data pengelolaan sampah yang terdigitalisasi dan verifikasi berjenjang, dapat dicatat secara lebih terstruktur, ditelusuri asalnya, dan dikonsolidasikan sehingga lebih siap digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Inilah yang kami bangun dalam sistem informasi di Proyek MERIT untuk dapat digunakan di 3 wilayah proyek,” ujar Brandon Tjiandra, Tim Tenaga Ahli MERIT. 

Data yang semakin baik pada akhirnya perlu berujung pada kebijakan yang lebih tepat. Hal tersebut menjadi pembahasan pada sesi ketiga yang membahas policy pathway, tata kelola, perkembangan Nationally Determined Contribution (NDC) dari sektor sampah, pengalaman dari negara lain, serta rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

“Sektor limbah sudah mencapai target reduksi emisi. aksi mitigasi sektor limbah, terutama domestik, masih di bawah target tahunan emisi. Tapi potensi untuk pengurangan emisi dari sampah organik cukup besar, seperti pengolahan kompos. KLH dengan Kementerian ESDM sedang menyusun peta  jalan metana. Bahkan ekoregion Jawa sedang menyusun potensi reduksi metana dari seluruh TPA di Jawa. Harapannya, ini menjadi contoh di region lain terkait pengurangan metana,” ujar Bu Della Guniastuti Koordinator Pokja Perencanaan dan Pemantauan Aksi Mitigasi Sektor non Lahan Kementerian Lingkungan Hidup.

Berbagai aksi lokal untuk mengurangi metana, namun perlu perubahan untuk menjadikan hal tersebut bagian dari aksi iklim. “Kalau kita ingin aksi lokal berkembang menjadi penggerak perubahan, kita membutuhkan sistem yang mendukungnya. Ini dimulai dari mandat dan kelembagaan yang jelas, sistem MRV yang berjenjang dan saling terhubung, serta memastikan hasil pengukuran benar-benar masuk ke dalam perencanaan dan pendanaan. Pada saat yang sama, kapasitas dan komitmen daerah perlu dibangun secara berkelanjutan melalui kemitraan dan dukungan teknis, sehingga praktik yang berhasil di satu daerah dapat direplikasi dan berkembang di daerah lain,” jelas Bapak Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, M.S., sebagai Tenaga Ahli MERIT.

Dukungan gerakan internasional turut menjadi bagian dari pembahasan melalui Global Methane Hub, yang berbagi pengalaman mengenai praktik pengurangan emisi metana dari sektor sampah. “Saat ini kita memiliki peluang besar untuk menghubungkan data dari sektor persampahan dengan agenda perubahan iklim. Data yang lebih kuat dan kredibel tidak hanya dapat membantu Indonesia mengidentifikasi dan mengurangi emisi metana, tetapi juga memperkuat dasar untuk menjawab kesenjangan pendanaan di sektor persampahan serta mendorong pemanfaatan produk hasil pengolahan sampah organik. Momentum ini semakin penting karena pengelolaan sampah dan pengurangan emisi metana semakin mendapat perhatian dalam agenda iklim global, termasuk menjelang COP31. Karena itu, ini adalah saat yang tepat untuk memanfaatkan data dan pembelajaran dari Proyek MERIT sebagai dasar untuk memperkuat kebijakan dan aksi Indonesia, sekaligus mendorong Indonesia mengambil posisi sebagai pemimpin dalam upaya pencegahan emisi metana,” ujar Carolina Urmeneta, Director for Waste/Circular Economy Global Methane Hub

Dengan mempertemukan data, pengalaman lapangan, dan perspektif kebijakan dalam satu forum, MERIT Conference 2026 mendorong agar pengukuran emisi metana dapat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Bukan hanya mengetahui berapa banyak emisi yang dihasilkan sektor persampahan, tetapi juga menentukan langkah yang perlu dilakukan untuk menguranginya.

Kontak Media
Renata Vania, +62 811-1851-142
Email: rvania@plasticdiet.id

Tentang Proyek MERIT
Proyek MERIT adalah kolaborasi program oleh Dietplastik Indonesia, Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB) Bandung, dan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup PPLH Bali yang mengembangkan metode pengawasan kinerja metana tempat pemrosesan akhir (TPA) secara kredibel dan berbasis sains. Program ini diiringi dengan pendampingan kepada Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kapasitas dalam melakukan pemantauan untuk perencanaan, pengelolaan, pengawasan, penegakan, dan pelaporan kinerja TPA tersebut.

Lokasi program ini dilakukan di Provinsi Jakarta (TPST Bantar Gebang), Jawa Barat (TPPAS Sarimukti), dan Bali (TPA Suwung). Proyek MERIT merupakan inisiatif pertama di Indonesia yang menghitung emisi metana di tiga TPA tingkat provinsi menggunakan metode Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Tier 2 dengan verifikasi pengukuran menggunakan alat Closed Flux Chamber (CFC).

Proyek MERIT ditujukan untuk dapat menghasilkan bukti ilmiah untuk pencegahan emisi metana dan memfasilitasi pengambilan keputusan kebijakan yang memadai dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Proyek MERIT didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan merupakan bagian dari program Global Methane Hub – sebuah program pendanaan global untuk mitigasi metana dalam sektor energi, pertanian, dan persampahan

Previous Post

Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
PSEL Bali Berpotensi Geser Prioritas Pengelolaan Sampah dari Hulu, AZWI Desak Pemerintah Kembali pada Amanat UU Pengelolaan Sampah

Dari Data ke Aksi Iklim, MERIT Conference 2026 Dorong Penguatan Sistem Pengurangan Metana dari Sektor Sampah

September 24, 2026
Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

September 23, 2026
Kebakaran TPA Terus Berulang: Perubahan Iklim atau Mismanajemen TPA?

Kebakaran TPA Terus Berulang: Perubahan Iklim atau Mismanajemen TPA?

September 4, 2026

Ketika “Informal” Menjadi Pintu Tertutup: Observer Harus Tetap Terlibat dalam INC Plastik dan ISP-CWP

August 19, 2026

Recent News

PSEL Bali Berpotensi Geser Prioritas Pengelolaan Sampah dari Hulu, AZWI Desak Pemerintah Kembali pada Amanat UU Pengelolaan Sampah

Dari Data ke Aksi Iklim, MERIT Conference 2026 Dorong Penguatan Sistem Pengurangan Metana dari Sektor Sampah

September 24, 2026
Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

Tekan Metana dari Sumbernya: Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

September 23, 2026
Kebakaran TPA Terus Berulang: Perubahan Iklim atau Mismanajemen TPA?

Kebakaran TPA Terus Berulang: Perubahan Iklim atau Mismanajemen TPA?

September 4, 2026

Ketika “Informal” Menjadi Pintu Tertutup: Observer Harus Tetap Terlibat dalam INC Plastik dan ISP-CWP

August 19, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In