Saturday, May 30, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Siaran Pers

Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

by Aliansi Zero Waste Indonesia
May 30, 2026
in Siaran Pers
Reading Time: 4min read
0
Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

release Idul Adha

Perayaan Idul Kurban di RT 02/RW 05 Kampung SIBA KLASIK, Kelurahan Sidokumpul, Kabupaten Gresik, berlangsung dengan pola berbeda tahun ini. Warga Kampung SIBA KLASIK menggelar penyembelihan hewan kurban memakai konsep kampung zero waste cities atau minim sampah. Penggunaan kantong plastik sekali pakai ditekan, melalui pemakaian wadah guna ulang milik warga.

Sejak pagi, gang kampung terlihat padat oleh aktivitas warga. Ember, baskom, rantang, hingga kotak makanan dibawa dari rumah masing-masing. Seluruh wadah telah didata panitia untuk mempermudah distribusi daging kurban kepada penerima.

Ketua RT 02 Saifudin Efendi atau yang akrap dipanggil Ipung mengatakan, langkah ini disepakati warga, sejak awal musyawarah persiapan kurban. Menurut dia, persoalan sampah plastik selalu muncul setiap Hari Raya Idul Kurban.

“Setiap tahun plastik menumpuk, setelah pembagian daging. Tahun ini warga sepakat mengganti dengan wadah guna ulang, supaya lingkungan tetap bersih,” kata Ipung sapaan akrab ketua RT ini, Rabu, (27/5/2026).

Langkah pengurangan sampah terlihat di area penyembelihan. Panitia tidak menyediakan kantong plastik. Warga penerima datang membawa wadah masing-masing, sesuai data yang telah dicatat sebelumnya.

Ketua Takmir Langgar Maslakul Inayah Ahmad Efendi mengatakan, konsep ini lahir dari kesadaran bersama menjaga lingkungan kampung. Menurut dia, ibadah kurban juga perlu memperhatikan dampak limbah yang muncul selama kegiatan berlangsung.

“Kami ingin tradisi kurban tetap berjalan dengan lingkungan yang terjaga. Warga juga lebih disiplin, karena membawa wadah sendiri dari rumah,” ujar Efendi.

Limbah Organik Dipilah

Panitia kurban bersama remaja musala, karang taruna, dan kelompok ibu-ibu menyiapkan titik pemilahan sampah organik serta nonorganik. Daun, sisa pakan ternak, dan limbah organik hasil penyembelihan, dikumpulkan terpisah untuk diolah menjadi kompos.

Area penyembelihan terlihat lebih tertata, dibanding pola pembagian daging pada tahun sebelumnya. Peralatan yang dipakai langsung dicuci untuk digunakan kembali. Aktivitas gotong royong berlangsung sepanjang proses penyembelihan, hingga distribusi daging selesai.

Remaja Langgar Maslakul Inayah, turut membantu pengangkutan limbah organik ke tempat pengumpulan sementara. Kelompok ibu-ibu bertugas membersihkan area pembagian daging, dan memastikan wadah penerima sesuai daftar panitia.

Karang taruna juga membantu mengatur lalu lintas warga, agar distribusi daging berjalan cepat. Sistem pembagian dilakukan bergiliran. Hal ini untuk menghindari antrean panjang di area musala.

Sejumlah warga mengaku konsep ini, membuat lingkungan kampung terlihat lebih bersih. Tidak terlihat tumpukan plastik bekas di selokan maupun sudut jalan kampung.

Salah satu warga, Nur Aini, mengatakan penggunaan wadah guna ulang membuat pembagian daging terasa lebih praktis. “Biasanya habis kurban banyak plastik tercecer. Sekarang lebih rapi karena warga sudah membawa tempat sendiri,” katanya.

Gotong Royong Warga Kampung

Kegiatan kurban minim sampah di Kampung SIBA KLASIK, melibatkan hampir seluruh unsur warga RT 02/RW 05 Sidokumpul Barat. Mulai bapak-bapak, ibu-ibu, karang taruna, hingga remaja musala ikut terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Panitia juga melakukan pendataan penerima daging, sejak beberapa hari sebelumnya. Data dipakai untuk memastikan jumlah wadah. yang dibawa warga sesuai kebutuhan distribusi.

Ipung juga mengatakan, konsep minim sampah ini akan dipertahankan pada perayaan kurban tahun berikutnya. Warga juga berencana memperluas pengolahan limbah organik, menjadi pupuk kompos untuk kebutuhan tanaman di lingkungan kampung.

“Kami ingin kebiasaan kecil seperti ini, membawa wadah sendiri, bisa terus dijalankan warga. Dampaknya langsung terlihat pada kebersihan kampung,” ucap Ipung.

Gerakan minim sampah di Kampung SIBA KLASIK, menambah daftar inisiatif lingkungan berbasis warga di Kabupaten Gresik. Di tengah meningkatnya persoalan sampah plastik rumah tangga, pola pembagian daging memakai wadah guna ulang, menjadi alternatif sederhana yang mulai diterapkan di tingkat kampung.

Melalui kegiatan, warga menunjukkan pengelolaan kurban dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan. Tradisi gotong royong tetap terjaga, sementara timbulan sampah plastik berhasil ditekan sejak awal kegiatan berlangsung.

Tags: idul adhaplastik sekali pakaizero waste
Previous Post

Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

May 30, 2026
Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

May 25, 2026
Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026
Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

April 22, 2026

Recent News

Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

May 30, 2026
Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

May 25, 2026
Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026
Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

April 22, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In