Monday, May 25, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Siaran Pers

Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

by Aliansi Zero Waste Indonesia
May 25, 2026
in Siaran Pers
Reading Time: 6min read
0
Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers

Untuk dirilis segera 

Surabaya, 25 Mei 2026 — Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) mendorong pemerintah daerah mempercepat penyusunan strategi pengurangan emisi metana dari pengelolaan sampah melalui kegiatan Zero Waste Academy (ZWA): Rencana Aksi Pengurangan Metana dari Pengelolaan Sampah yang berlangsung di Surabaya pada 19–21 Mei 2026 kemarin. Kegiatan ini diinisiasi oleh anggota AZWI yaitu YPBB, Gita Pertiwi, PPLH Bali, Ecoton, Dietplastik Indonesia, dan Nol Sampah serta diikuti perwakilan pemerintah daerah, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah organik yang rendah emisi dan berkelanjutan.

Melalui sesi sambutan, Direktur PPLH Bali sekaligus Koordinator Steering Committee AZWI, Catur Yudha Hariani, menegaskan bahwa krisis sampah organik telah menjadi bagian dari ancaman iklim yang harus ditangani secara serius dan kolektif. Indonesia saat ini menghadapi persoalan besar akibat praktik open dumping di ratusan TPA yang harus segera ditransformasikan menuju sistem pengelolaan yang lebih aman dan rendah emisi.

“ZWA bukan cuma pelatihan teknis, melainkan upaya untuk mengubah mindset dan membangun narasi baru: dari krisis TPA menuju ketahanan pangan. Saat ini kita sadar bahwa sistem kumpul-angkut-buang telah menjadi sumber emisi metana di Indonesia,” ujarnya.

Pemaparan materi dan sesi diskusi ZWA. Foto: AZWI

Research Manager Dietplastik Indonesia, Zakiyus Shadicky, menyampaikan bahwa isu sampah dan iklim selama ini masih sering dipisahkan dalam kebijakan daerah. Untuk itu,  peserta dibekali pemahaman mengenai keterkaitan antara sampah organik, emisi metana, ketahanan pangan, serta pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk mendorong kebijakan yang lebih terintegrasi dalam upaya penanganan sampah dan krisis iklim.

“Masalah sampah dan iklim sebenarnya sangat terkait. Metana dari sampah memiliki potensi pemanasan yang jauh lebih besar dibanding karbon dioksida, hingga 86 kali lebih besar dari karbondioksida dalam jangka waktu 20 tahun, tetapi banyak pemerintah daerah masih fokus pada aspek teknis pengelolaan sampah dan belum masuk ke isu iklim,” jelas Zakiyus.

Sementara itu, Direktur Gita Pertiwi, Titik Eka Sasanti, menyoroti bahwa persoalan sampah organik juga berkaitan erat dengan sistem pangan dan meningkatnya susut serta sisa pangan di perkotaan.Potensi SSP Indonesia cukup tinggi, yaitu sekitar 154-185 kg/orang/tahun (riset Bappenas 2021) Menurutnya, pengurangan sampah organik perlu dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mencegah krisis lingkungan yang lebih luas.

“Pengurangan sampah organik tidak bisa hanya dilihat sebagai urusan kebersihan. Ini berkaitan dengan pangan, gizi, perubahan iklim, hingga keberlanjutan sistem produksi pangan di masa depan,” paparnya.

Peserta Zero Waste Academy. Foto: AZWI

Founder Komunitas Nol Sampah Surabaya, Hermawan Some, juga mengingatkan bahwa persoalan terbesar justru berasal dari sampah sisa makanan yang selama ini sering dianggap sepele oleh masyarakat.

“Kita selama ini meremehkan sampah sisa makanan. Padahal ketika ditumpuk di TPA, sampah itu menghasilkan gas metana yang dampaknya jauh lebih berbahaya terhadap perubahan iklim. Pengurangan emisi metana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, sekolah, kampus, hotel, kawasan permukiman, hingga perkantoran untuk mulai mengelola sampah organik secara mandiri,” tegas Wawan.

Selain pemberian materi kelas, pelatihan ini juga mengajak para peserta untuk berkunjung ke Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan dan kawasan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Pondok Manggala, RW 5 kelurahan Balasklumprik, Wiyung, Surabaya. Dalam kunjungan lapangan tersebut, peserta melihat langsung praktik pemilahan sampah dari sumber, pengolahan organik, serta pengelolaan kawasan yang melibatkan partisipasi aktif warga dan dukungan pemerintah daerah.

Peserta juga mempelajari bagaimana sistem pengelolaan sampah dapat berjalan berkelanjutan melalui kombinasi regulasi, pendampingan masyarakat, dukungan anggaran, hingga koordinasi lintas sektor. Bukan hanya membahas aspek teknis pengurangan emisi,  namun juga tantangan mendasar pengelolaan sampah di Indonesia, mulai dari rendahnya pemilahan r berbasis masyarakat, keterbatasan pendanaan, lemahnya koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga dominannya pendekatan hilir seperti pengangkutan dan pembuangan ke TPA. Kunjungan ini menjadi ruang pembelajaran bagi daerah untuk memahami bahwa pengurangan emisi metana tidak cukup dilakukan di hilir, tetapi harus dimulai dari pengurangan dan pengolahan sampah organik sedekat mungkin dari sumber timbulan.

“Keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh perencanaan yang baik, bukan hanya sekedar aksi di lapangan saja. Perencanaan ini adalah titik awal yang memastikan seluruh rantai proses setelahnya benar-benar bisa berjalan secara efektif,” ujar Direktur Eksekutif YPBB David Sutasurya.

Kunjungan lapangan pengelolaan berbasis sumber. Foto: AZWI

David menjelaskan bahwa pelatihan ZWA sejatinya bertujuan mendorong pemerintah daerah menyusun dokumen Rencana Aksi Pengurangan Metana dari Pengelolaan Sampah, yang nantinya diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah. Selama pelatihan, peserta dibekali pemahaman untuk mulai menyusun kerangka awal rencana aksi daerah masing-masing, termasuk identifikasi isu strategis, penyusunan skenario pengurangan sampah organik, serta rencana tindak lanjut yang akan diintegrasikan ke dalam RPJMD, RKPD, dan dokumen perencanaan daerah lainnya.

Melalui proses ini, peserta juga didorong untuk merumuskan target pengurangan sampah organik yang realistis dan terukur, sekaligus memperkuat integrasi kebijakan pengurangan emisi metana ke dalam sistem perencanaan daerah. Selain itu, peserta mulai menyusun timeline implementasi serta strategi kolaborasi lintas sektor guna memastikan rencana aksi dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kita perlu membuat rencana aksi ini sebagai mesin transformasi untuk mengubah kondisi atau ide yang masih mentah menjadi sebuah aksi pemerintahan yang memiliki legitimasi hukum dan akuntabilitas,” tambahnya.

Salah satu peserta, Andry Heru Santoso selaku Fungsional Perencana Muda Bapperida Kota Bandung, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan banyak pembelajaran, mulai dari teori, praktik, hingga kunjungan lapangan yang relevan dengan kondisi daerah. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar penguatan sistem zero waste di berbagai daerah semakin berkembang ke depan.

“Kami mendapat banyak pengalaman mulai dari teori, praktik, hingga kunjungan lapangan. Harapannya ini bisa menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam upaya pemilahan sampah maupun pengurangan gas metana di Kota Bandung,” kata Adrianus.

Melalui Zero Waste Academy, AZWI berharap pemerintah daerah semakin siap mempercepat transformasi pengelolaan sampah di tingkat daerah menuju sistem yang lebih rendah emisi, berkeadilan, dan berkelanjutan. Pelatihan ini juga menegaskan bahwa solusi terhadap krisis TPA tidak cukup hanya melalui pengolahan di hilir, tetapi harus dimulai dari pengurangan sampah organik dari sumber serta pembangunan sistem zero waste yang terdesentralisasi dan berbasis masyarakat.

Ke depan, AZWI menilai pengurangan emisi metana dari pengelolaan sampah perlu menjadi bagian penting dalam agenda aksi iklim Indonesia. Upaya ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Second Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Dengan memperkuat kapasitas daerah, mendorong kolaborasi lintas sektor, dan membangun kebijakan yang mendukung pengelolaan sampah organik, aksi nyata di tingkat lokal tidak hanya menjawab persoalan sampah, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target pengurangan emisi nasional dan global. Dari kota dan kabupaten, dampak tersebut dapat mendorong transformasi pengelolaan sampah nasional dan terakumulasi menjadi bagian penting dari solusi krisis iklim dunia.

Dokumentasi dapat diunduh di sini

Narahubung:

Kia, Communications Manager AZWI 

Email: kia@aliansizerowaste.id 

Telepon: +62 813-8919-820

Tentang Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah jaringan organisasi yang mengkampanyekan implementasi konsep zero waste yang benar melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen untuk mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan prinsip hirarki pengelolaan sampah dan siklus hidup material. Website: aliansizerowaste.id

Tentang Global Alliance for Incinerator Alternative (GAIA) 

GAIA adalah jaringan kelompok akar rumput serta aliansi nasional dan regional yang mewakili lebih dari 1.000 organisasi dari lebih dari seratus negara. GAIA bekerja untuk mendorong perubahan global menuju keadilan lingkungan dengan memperkuat gerakan masyarakat yang menghadirkan solusi atas masalah sampah dan polusi. GAIA membayangkan dunia Zero Waste yang adil, yang menghormati batas alam dan hak-hak masyarakat, di mana setiap orang terbebas dari polusi beracun, serta sumber daya dikelola secara berkelanjutan, bukan dibakar atau dibuang begitu saja. www.no-burn.org


Previous Post

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

May 25, 2026
Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026
Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

April 22, 2026
Kurangi Plastik Sachet, Komunitas Wadulink Buka Toko Isi Ulang Welink

Peran Perempuan dalam Menangani Sampah

April 21, 2026

Recent News

Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

May 25, 2026
Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026
Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

April 22, 2026
Kurangi Plastik Sachet, Komunitas Wadulink Buka Toko Isi Ulang Welink

Peran Perempuan dalam Menangani Sampah

April 21, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In