Friday, July 10, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Siaran Pers

PSEL Bali Berpotensi Geser Prioritas Pengelolaan Sampah dari Hulu, AZWI Desak Pemerintah Kembali pada Amanat UU Pengelolaan Sampah

by Aliansi Zero Waste Indonesia
July 10, 2026
in Siaran Pers
Reading Time: 5min read
0
PSEL Bali Berpotensi Geser Prioritas Pengelolaan Sampah dari Hulu, AZWI Desak Pemerintah Kembali pada Amanat UU Pengelolaan Sampah

TPA Suwung Bali (Foto: AZWI)

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers

Untuk dirilis segera

Jakarta, 10 Juli 2026 – Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) menyoroti rencana pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali yang dinilai berpotensi menggeser arah kebijakan pengelolaan sampah dari upaya pengurangan di sumber menuju pendekatan yang bertumpu pada pembakaran sampah. Pembangunan PSEL perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak mengabaikan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menempatkan pengurangan sampah sebagai prioritas utama.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan Provinsi Bali menghasilkan sekitar 1,2 juta ton sampah pada 2024. Sebanyak 68,82 persen diantaranya merupakan sampah organik, terdiri dari 27,62 persen sisa makanan dan 41,20 persen daun serta ranting, sedangkan sampah plastik sekitar 17 persen. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama pengelolaan sampah di Bali berada pada belum optimalnya pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah organik sejak dari sumber. Kondisi ini seharusnya menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pengelolaan sampah di Bali.

PSEL Berpotensi Mengunci Pengelolaan Sampah di Hilir

PSEL dirancang untuk mengolah sampah yang telah tercampur. Di sisi lain, fasilitas ini membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar agar tetap beroperasi sehingga berpotensi menciptakan waste lock-in, yakni kondisi ketika sistem pengelolaan sampah bergantung pada ketersediaan sampah sebagai bahan bakar. Kondisi tersebut tidak sejalan dengan target pengurangan sampah nasional maupun upaya membangun ekonomi sirkular yang menuntut timbulan sampah terus menurun.

Selain itu, pembangunan PSEL membutuhkan investasi awal yang besar, biaya operasional yang tinggi, serta dukungan fiskal jangka panjang melalui berbagai skema seperti tipping fee, jaminan pasokan sampah, dan pembelian listrik. Beban tersebut berpotensi mengurangi ruang fiskal pemerintah untuk memperkuat layanan dasar pengelolaan sampah, seperti pemilahan di sumber, pengolahan sampah organik, pengumpulan terpilah, dan pengembangan sistem guna ulang (reuse).

TPA Suwung Bali (Foto: AZWI)

Kajian dari WALHI menyebutkan bahwa PSEL bukan pilihan yang tepat karena memaksakan pembakaran sampah yang didominasi oleh sampah organik basah dengan kadar air 40-60%. Sehingga menurunkan efisiensi tungku secara drastis dan memicu downtime teknis yang tinggi. Akibat kegagalan struktural ini, proyek tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara berupa defisit operasional kronis mencapai Rp945 miliar per tahun, atau terakumulasi hingga Rp26,46 triliun selama 28 tahun masa kontrak yang akhirnya menjadi liabilitas nasional jangka panjang atau dalam kata lain memicu risiko default finansial.

“Proyek PSEL ini sangat merugikan dibanding opsi pengurangan sampah di hulu seperti TPS3R dan Bank Sampah yang jauh lebih efisien dengan kebutuhan belanja modal (CapEx) hanya Rp353,64 miliar atau 11,78% dari nilai investasi PSEL yang mencapai Rp3 triliun. Ditambah lagi dengan tingginya biaya eksternalitas kesehatan akibat emisi dioksin dan furan yang karsinogenik bagi warga sekitar, proyek hilir ini tersebut kurang tepat secara tekno-ekonomi, ekologi, maupun sosial jika dibandingkan dengan pendekatan sirkular di tingkat hulu,” tegas Wahyu Eka Styawan, dari Eksekutif Nasional WALHI.

Bukan hanya menjadi beban fiskal, Kajian Nexus3 Foundation menunjukkan bahwa teknologi pembakaran seperti PSEL memiliki potensi bahaya serius, terutama terkait emisi persistent organic pollutants (POPs), logam berat, serta residu abu berbahaya (fly ash dan bottom ash/FABA). Hasil pengujian terhadap residu FABA dari PLTSa Bantargebang yang dilakukan Nexus3 Foundation menemukan paparan dioksin, furan, partikulat halus, dan logam berat  melebihi baku mutu sehingga menunjukkan pentingnya pengelolaan residu secara ketat. Senyawa beracun dari fasilitas pembakaran berkaitan dengan peningkatan risiko kanker, gangguan sistem endokrin, gangguan reproduksi, hingga gangguan perkembangan anak.

“PSEL bukan hanya persoalan teknologi pengolahan sampah, tetapi juga kesiapan negara melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dari emisi dioksin, furan, logam berat, serta residu abu berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran. Pemerintah perlu membuktikan bahwa sistem pengawasan, kapasitas laboratorium, pengelolaan limbah B3, dan mekanisme penegakan hukumnya telah benar-benar siap sebelum mendorong pembangunan PSEL. Selain itu, studi kelayakan, AMDAL, rencana pemantauan emisi, serta rencana pengelolaan abu harus dibuka kepada publik sejak awal agar proses pengambilan keputusan berlangsung secara transparan dan akuntabel. Tanpa prasyarat tersebut, pembangunan PSEL berisiko memindahkan persoalan sampah menjadi persoalan pencemaran yang jauh lebih kompleks,” tegas Senior Advisor Nexus3 Foundation, Yuyun Ismawati,.

AZWI menegaskan bahwa solusi terhadap persoalan sampah harus dimulai dari hulu. Berbagai praktik Zero Waste Cities (ZWC) yang dijalankan anggota AZWI berhasil mengurangi sampah yang dikirim ke TPA hingga 30–50 persen, dengan tingkat kepatuhan pemilahan mencapai 39–78 persen. Bahkan praktik ini sudah dilakukan di berbagai daerah pendampingan di Provinsi Bali, seperti Kabupaten Gianyar, Denpasar, hingga Nusa Lembongan.

Praktik Zero Waste Cities. Petugas mengangkut sampah terpilah dari warga. (Foto:: AZWI)

Pendekatan ini menunjukkan bahwa investasi pada pemilahan, pengolahan sampah organik, sistem guna ulang (reuse), dan tanggung jawab produsen mampu mengurangi timbulan sampah secara signifikan sekaligus memperpanjang umur TPA.

Peresmian pembangunan PSEL di Bali seharusnya menjadi momentum untuk merefleksikan apakah Bali benar-benar sedang membangun masa depan tanpa sampah atau justru menciptakan ketergantungan baru terhadap sampah. Pasalnya, fasilitas tersebut membutuhkan pasokan sekitar 1.200 ton sampah per hari, yang dinilai bertolak belakang dengan semangat pengurangan sampah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019, serta berbagai upaya yang selama ini didorong pemerintah daerah, seperti pengembangan teba modern, pembagian compost bag, Tong Edan, penguatan bank sampah dan TPS3R, serta kampanye pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pelaku usaha (HoReKa), dan desa adat.

“Jika masyarakat dan pelaku usaha berhasil mengurangi dan mengolah sampah organik dari sumber, maka volume sampah yang masuk ke TPA maupun PSEL seharusnya terus menurun. Pertanyaannya, apakah Bali sungguh ingin mengurangi sampah, atau justru membutuhkan sampah agar investasi bernilai triliunan rupiah tersebut tetap berjalan?,” jelas Direktur PPLH Bali, Catur Yudha Hariani.

Untuk itu, AZWI mendesak pemerintah:

  • Memprioritaskan pengurangan sampah dari sumber melalui pemilahan, pengolahan sampah organik, sistem guna ulang (reuse), dan pelaksanaan Extended Producer Responsibility (EPR) sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri LHK No 75 Tahun 2019.
  • Mengevaluasi secara menyeluruh rencana pembangunan PSEL, termasuk kesesuaiannya dengan komposisi timbulan sampah nasional, target pengurangan sampah, dampak lingkungan dan kesehatan, serta beban fiskal jangka panjang.
  • Membuka seluruh dokumen kajian pembangunan PSEL kepada publik, termasuk studi kelayakan, AMDAL, skema pembiayaan, kebutuhan pasokan sampah, serta rencana pengelolaan emisi dan residu pembakaran.
  • Mengalihkan prioritas investasi menuju sistem Zero Waste yang telah terbukti lebih efektif mengurangi timbulan sampah, menekan emisi, dan memperkuat ekonomi sirkular.

*** SELESAI ***

Dokumentasi silahkan akses di sini

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah jaringan organisasi yang mengkampanyekan implementasi konsep zero waste melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan prinsip hirarki pengelolaan sampah dan siklus hidup material.

Kontak media:

Kia, Communication Manager AZWI, kia@aliansizerowaste.id, +628138919820

Tags: balipembangkit listrik tenaga sampahpltsapselsampah balitpa suwung
Previous Post

Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
PSEL Bali Berpotensi Geser Prioritas Pengelolaan Sampah dari Hulu, AZWI Desak Pemerintah Kembali pada Amanat UU Pengelolaan Sampah

PSEL Bali Berpotensi Geser Prioritas Pengelolaan Sampah dari Hulu, AZWI Desak Pemerintah Kembali pada Amanat UU Pengelolaan Sampah

July 10, 2026
Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

May 30, 2026
Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

May 25, 2026
Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026

Recent News

PSEL Bali Berpotensi Geser Prioritas Pengelolaan Sampah dari Hulu, AZWI Desak Pemerintah Kembali pada Amanat UU Pengelolaan Sampah

PSEL Bali Berpotensi Geser Prioritas Pengelolaan Sampah dari Hulu, AZWI Desak Pemerintah Kembali pada Amanat UU Pengelolaan Sampah

July 10, 2026
Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

Qurban Minim Plastik Ala KAMPUNG SIBA KLASIK Gresik : Bawa Wadah Sendiri Dan Olah Limbah Bersama

May 30, 2026
Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

Zero Waste Academy Dorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

May 25, 2026
Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In