Siaran Pers Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)
Untuk dirilis segera
Jenewa, 12 Agustus 2025 — Di tengah perundingan krusial menuju perjanjian global yang mengakhiri polusi plastik, International Pollutants Elimination Network (IPEN) menyampaikan surat terbuka kepada seluruh anggota Biro Intergovernmental Negotiating Committee (INC), Senin (11/8/2025). Surat ini menyoroti pembatasan yang semakin ketat terhadap pengamat (observer), yang dinilai mengancam transparansi dan integritas proses negosiasi.
IPEN, yang hadir di INC-5.2 dengan sekitar 60 perwakilan dari hampir 30 negara, termasuk Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) menilai pengamat kini semakin diposisikan hanya sebagai penonton. Pertemuan informal kerap digelar secara tertutup tanpa mekanisme umpan balik. Dari lebih dari 1.200 pengamat yang hadir, hanya sekitar 60 kursi per ruang contact group yang tersedia, sementara ruang tambahan sangat terbatas dan tidak selalu disediakan. Ironisnya, pelobi industri justru selalu berhasil menduduki kursi yang ada. Bahkan, pengamat tidak diberikan akses mikrofon untuk menyampaikan masukan terhadap teks perjanjian.
“Kami adalah pengamat, bukan penonton, Masyarakat sipil membawa analisis ilmiah independen, pengalaman lapangan, dan suara komunitas terdampak, terutama dari Selatan Global, yang seharusnya menjadi kekuatan dalam memperkuat proses perjanjian,” tegas IPEN tercantum dalam surat tersebut.
IPEN mengingatkan bahwa Resolusi UNEA 5/14 telah menegaskan pentingnya “partisipasi seluas dan seefektif mungkin”. Prinsip ini juga tercermin dalam Prinsip 10 Rio Declaration, serta tertuang dalam Aarhus Convention dan Escazú Agreement yang secara hukum mengikat beberapa negara anggota Biro. Kedua perjanjian tersebut mewajibkan negara anggotanya mendorong partisipasi publik dalam pengambilan keputusan lingkungan, termasuk di forum internasional.

IPEN juga membandingkan bahwa di negosiasi lingkungan internasional lain yang dipimpin UNEP seperti Konvensi Basel, Rotterdam, dan Stockholm, serta Konvensi Minamata, sesi informal jarang ditutup bagi pengamat, sehingga langkah di INC-5.2 ini dinilai sebagai kemunduran.
Dalam suratnya, IPEN menyerukan kepada setiap anggota Biro untuk:
- Membuka pertemuan informal bagi pengamat, kecuali ada alasan kuat dan transparan yang diumumkan publik sebelumnya.
- Menyediakan ruang yang memadai agar semua pengamat dapat hadir.
- Memastikan minimal satu mikrofon untuk pengamat dalam setiap pertemuan yang membahas negosiasi.
- Menegakkan standar transparansi tertinggi sesuai komitmen hukum internasional.
Sebagai bagian dari Jaringan IPEN dan turut hadir sebagai observer, AZWI menuntut agar proses perundingan ini benar-benar terbuka, transparan, dan memberi ruang setara bagi masyarakat sipil. Bagi AZWI, partisipasi publik bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan bahwa suara komunitas terdampak, masyarakat adat, ilmuwan, dan aktivis lingkungan dapat mempengaruhi arah perjanjian.
Tanpa keterbukaan, risiko lahirnya perjanjian yang lemah dan lebih mengakomodasi kepentingan industri dibanding perlindungan lingkungan dan kesehatan akan semakin besar. Karena itu, AZWI bersama IPEN berdiri di garis depan untuk memastikan perjanjian global polusi plastik berpihak pada bumi dan generasi mendatang.

— SELESAI –
dokumentasi dapat diunduh disini
Narahubung:
Kia, Comms Officer AZWI
Telepon: 0852 1580 9537
Tentang International Pollutants Elimination Network (IPEN)
Sebuah jaringan global NGO publik (public interest NGOs) yang didirikan pada tahun 1998 oleh sejumlah organisasi seperti Pesticide Action Network (PAN) dan Physicians for Social Responsibility. Jaringan ini didedikasikan untuk mengeliminasi polutan berbahaya seperti merkuri, timbal, polutan organik persisten (POPs), serta bahan kimia pengganggu endokrin dan toksik lainnya. Saat ini, IPEN dipimpin oleh dua Co-Chairs: Yuyun Ismawati dan Pamela K. Miller. Website: ipen.org
Tentang Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)
Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah jaringan organisasi yang mengkampanyekan implementasi konsep zero waste yang benar melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen untuk mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan prinsip hirarki pengelolaan sampah dan siklus hidup material.
Website: aliansizerowaste.id













