Thursday, April 23, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Siaran Pers

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

by Aliansi Zero Waste Indonesia
April 23, 2026
in Siaran Pers
Reading Time: 7min read
0
Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

The jakarta post (pemadam kebakarann terlihat seda…Rawa Kucing Tangerang banten, 23 Oktober 2023)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SIARAN PERS

Yeosu, Republik Korea Selatan, 23 April 2026 — Saat para pemimpin global berkumpul di Yeosu, Republik Korea, untuk Climate Week, Co-coordinator Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) Rahyang Nusantara menyampaikan peringatan bahwa krisis TPA open dumping di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara mendorong perubahan iklim dan memperburuk kesehatan publik, ditandai dengan meningkatnya kebakaran TPA, emisi metana, dan polusi udara beracun.

“Diskusi dalam UNFCCC Climate Week di Yeosu menegaskan satu hal penting: ini adalah momen krusial di antara sesi menuju COP31 di Türkiye, di mana kita harus beralih dari komitmen ke implementasi, dan zero waste harus menjadi pusat dari perubahan tersebut,” ujar Rahyang, Co-Coordinator AZWI, dalam partisipasinya pada UNFCCC Climate Week 2026 di Yeosu, Korea Selatan.

Lebih lanjut Rahyang menilai praktik open dumping dan penimbunan sampah yang masih dominan di kawasan ini telah berubah menjadi “bom metana”, yang diperparah oleh suhu panas ekstrem dan makin seringnya bencana terkait sampah. Sejumlah insiden terbaru memperlihatkan luasnya skala krisis tersebut.

seorang pemadam kebakaran berusa…di di TPA Sarimukti bandung, 19 Agustus 2023.Foto: The jakarta post

Di Indonesia, rangkaian insiden di TPA Bantargebang—fasilitas pengelolaan sampah terbesar di negara ini yang menjadi tujuan pembuangan sampah dari Jakarta—kian menegaskan urgensi persoalan ini. Kebakaran besar pada 29 Oktober 2023 memperlihatkan tingginya risiko yang melekat pada TPA. Pada 8 Maret 2026, longsor sampah di lokasi yang sama menewaskan tujuh orang, termasuk sopir truk dan pemilik warung di sekitar area. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa ketergantungan pada TPA tidak lagi aman maupun berkelanjutan..

Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian kebakaran besar di TPA yang terus berulang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2023, sejumlah TPA berskala besar—termasuk Sarimukti (Jawa Barat), Rawa Kucing (Tangerang), Piyungan (Yogyakarta), dan Suwung (Bali)—mengalami kebakaran setelah beroperasi jauh melampaui kapasitas, yang kerap dipicu oleh penumpukan gas metana dan suhu panas ekstrem. Rangkaian kejadian ini tidak hanya memicu respons darurat dan penutupan TPA, tetapi juga membuat masyarakat sekitar terpapar asap beracun dan polusi udara dalam waktu yang berkepanjangan. Dalam beberapa kasus, peristiwa ini bahkan dilaporkan menimbulkan korban jiwa—menunjukkan meningkatnya risiko terhadap kesehatan publik dan lingkungan akibat ketergantungan berlebihan pada TPA.

Gunung sampah di Cebu City, Filipina, Kamis, 8 Januari 2026. foto: metronews.com

Di Filipina, kegagalan sistemik dalam pengelolaan TPA juga memicu tragedi berulang. Pada Januari 2026, longsor besar di TPA Binaliw, Kota Cebu, merenggut 36 korban jiwa setelah timbunan sampah yang melemah akibat hujan lebat runtuh ke permukiman di sekitarnya. Insiden ini kemudian disusul kebakaran di TPA Navotas pada April 2026 yang berlangsung selama enam hari, menyelimuti kota-kota sekitar dengan asap beracun.

Thailand juga mengalami insiden serupa. Kebakaran besar di TPA Saphan Hin di Phuket minggu lalu membakar volume sampah yang besar, setelah kebakaran berkepanjangan lainnya di TPA milik Pemerintah Kota Khuan Lang di Songkhla pada akhir Maret, yang mengirimkan asap hingga ke Hat Yai.

Rahyang memperingatkan bahwa selain bahaya langsung berupa kebakaran dan longsor sampah, TPA juga merupakan sumber utama metana, gas rumah kaca yang jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida. Ketika dikombinasikan dengan kondisi panas ekstrem dan kekeringan yang semakin intens akibat perubahan iklim, lokasi-lokasi ini menjadi semakin tidak stabil dan berbahaya.

Awan besar asap membumbung ke la… Muang, Phuket pada hari Sabtu 11 April 2026. Foto: bangkokpost.com 

Di tengah penyelenggaraan konferensi iklim di berbagai kota di Asia, dari Mumbai di India hingga Bangkok di Thailand, masyarakat terdampak masih menanggung beban terbesar. Mereka terus terpapar dioksin, asap beracun, dan bau plastik terbakar, tanpa perlindungan, pengakuan, maupun keadilan yang memadai.

“Meningkatnya jumlah korban jiwa akibat insiden di TPA di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya menjadi bukti nyata bahwa sistem pengelolaan sampah kita telah gagal. Dalam berbagai forum, metana dari sampah terus disorot sebagai risiko iklim yang besar dan terus meningkat, sekaligus salah satu cara tercepat untuk memperlambat pemanasan global. Bukti ilmiah sudah jelas, solusi pun sudah tersedia, namun langkah yang diambil masih terlalu lambat. Bagi negara seperti Indonesia, persoalan ini bukan lagi sekadar wacana. Kebakaran dan ledakan TPA yang terus berulang, serta kebijakan penutupan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, menjadi peringatan keras. Ini bukan kejadian yang berdiri sendiri, melainkan dampak langsung dari sistem yang masih bergantung pada praktik pembuangan,” jelas Rahyang.

Senada dengan Rahyang, Yobel Novian-Putra, GAIA’s Global Climate Policy Officer, menegaskan, “Krisis TPA di seluruh kawasan ini adalah peringatan untuk mendorong sumber daya ke solusi nyata di lapangan — pemilahan sampah dari sumber dan penerapan sistem pengolahan berdampak tinggi yang memberikan manfaat kesehatan, menciptakan pekerjaan layak, dan mendukung agenda iklim. Kota-kota di Asia telah menunjukkan jalannya. San Fernando di Filipina, yang baru-baru ini diakui oleh PBB sebagai salah satu dari dua puluh pemimpin kota menuju zero waste, telah menunjukkan bahwa pemilahan sistematis dari sumber dapat secara drastis mengurangi sampah yang masuk ke lokasi pembuangan. Bandung menempuh jalur serupa — mengerahkan lebih dari 1.596 pekerja sampah untuk mempercepat pemilahan dari sumber dan pengelolaan sampah organik secara desentralisasi sebagai respons langsung terhadap krisis kapasitas TPA. Kota-kota ini membuktikan bahwa zero waste bukan sekadar cita-cita, melainkan transisi nyata yang dapat diwujudkan untuk melindungi kehidupan dan iklim,”.

AZWI mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan segera dan tegas guna mengakhiri praktik open dumping yang masih mendominasi sistem pengelolaan sampah nasional. Meskipun pemerintah telah menetapkan target untuk menghapus praktik ini dalam waktu dekat, open dumping masih mencakup sebagian besar pengelolaan sampah dan terus menimbulkan risiko serius, mulai dari kebakaran dan longsor sampah hingga emisi metana yang memperburuk krisis iklim. Ketergantungan yang terus berlanjut pada TPA sebagai solusi utama terbukti tidak aman maupun tidak berkelanjutan, mencerminkan kegagalan sistemik dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

PLTSa ME
PLTSa Merah Putih Bantargebang. Foto: AZWI

AZWI juga memperingatkan terhadap perluasan insinerasi waste-to-energy (WTE) dan co-firing Refuse-derived Fuel (RDF) di fasilitas industri, dengan menyebutnya sebagai solusi semu yang mengunci jalur beremisi tinggi. Selain emisi CO₂, kebakaran TPA dan pembakaran sampah menghasilkan karbon hitam—bersama dengan metana, keduanya merupakan super-polutan yang mendorong pemanasan global jangka pendek jauh lebih cepat dibandingkan CO₂.

Lebih lanjut AZWI kembali menegaskan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri praktik open dumping, yang masih mendominasi sistem pengelolaan sampah di Indonesia meskipun terdapat target penghapusan resmi. Ketergantungan berkelanjutan pada TPA mencerminkan kegagalan sistemik di sepanjang rantai sampah, dari produksi hingga pembuangan.

AZWI, climate week Yeosu Korea Selatan 20 April 2026.

Alih-alih berinvestasi pada infrastruktur berbasis insinerasi, AZWI mendorong transisi cepat menuju sistem zero waste yang berfokus pada pengurangan sampah, pemilahan dari sumber, serta solusi desentralisasi yang dipimpin oleh komunitas.

Lebih lanjut, GAIA Asia Pasifik menambahkan bahwa para pemangku kepentingan pendanaan iklim harus mengalihkan pembiayaan dari teknologi beremisi tinggi dan mengalokasikannya kembali ke inisiatif zero waste berbasis komunitas, dengan memprioritaskan pengelolaan sampah desentralisasi serta pengakuan formal terhadap pekerja sampah dan pemulung yang menjadi tulang punggung ekonomi sirkular di Asia.

Aksi iklim yang sejati melampaui siklus pembuangan dan pembakaran; kita harus memprioritaskan sistem zero waste yang melindungi udara kita, iklim kita, dan keselamatan komunitas kita.

FOTO DI SINI

Kontak Media:

Kia, Communication Manager, Aliansi Zero Waste Indonesia | aliansizerowaste.id | +62 813-8919-820
Dan Abril, Communications Associate, GAIA Asia Pacific | dan@no-burn.org | +639174194426

Tentang Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah jaringan organisasi yang mengkampanyekan implementasi konsep zero waste yang benar melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen untuk mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan prinsip hirarki pengelolaan sampah dan siklus hidup material. Website: aliansizerowaste.id

Tentang GAIA:
GAIA adalah jaringan kelompok akar rumput serta aliansi nasional dan regional yang mewakili lebih dari 1000 organisasi dari 92 negara. Melalui kerja kami, kami bertujuan untuk mendorong pergeseran global menuju keadilan lingkungan dengan memperkuat gerakan sosial akar rumput yang mengadvokasi solusi terhadap sampah dan polusi. Kami membayangkan dunia yang adil dan zero waste yang dibangun atas penghormatan terhadap batas ekologis dan hak-hak komunitas, di mana masyarakat terbebas dari beban polusi beracun, dan sumber daya dikelola secara berkelanjutan, bukan dibakar atau dibuang. www.no-burn.org

Tags: azwimikroplastikplastik sekali pakaizero wastezero waste cities
Previous Post

Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026
Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

April 22, 2026
Kurangi Plastik Sachet, Komunitas Wadulink Buka Toko Isi Ulang Welink

Peran Perempuan dalam Menangani Sampah

April 21, 2026
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

April 14, 2026

Recent News

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026
Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

April 22, 2026
Kurangi Plastik Sachet, Komunitas Wadulink Buka Toko Isi Ulang Welink

Peran Perempuan dalam Menangani Sampah

April 21, 2026
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

April 14, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In