Wednesday, May 13, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Reportase

Sungai Jeneberang Tercemar Mikroplastik, Perlu Pengendalian Sampah Plastik di Kota Makasar

by Aliansi Zero Waste Indonesia
October 10, 2022
in Reportase
Reading Time: 3min read
0
Sungai Jeneberang Tercemar Mikroplastik, Perlu Pengendalian Sampah Plastik di Kota Makasar
0
SHARES
542
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Komunitas Pemerhati Sungai Jeneberang dan Tim Ekspedisi Sungai Nusantara melakukan penelitian Kualitas air Sungai Jeneberang di Kelurahan Parangtambung kecamatan  Tamalate, tepatnya di Dermaga Daeng Tata, di bawah Jembatan Kembar Kabupaten Gowa dan Sungai Tallo  Kawasan Kerabat Kera-Kera, Sabtu (1/10/2022). Hasilnya menunjukkan bahwa sungai Jeneberang telah terkontaminasi Mikroplastik.

“Sungai Jeneberang terlihat kotor dan dipenuhi sampah dan plastik, malah kami menemukan ada WC umum salurannya langsung dibuang ke sungai tanpa diolah, sampah plastik banyak ditemukan ditepi sungai, sedih melihat sungai yang digunakan sebagai bahan baku air minum dijadikan tempat sampah dan buangan Limbah,” ungkap Ahmad Miftah.

Koordinator Komunitas Pemerhati Sungai Jeneberang Chusnul Khatimah, mengungkapkan temuan bahwa kadar Khlorin dan Phospat sungai Jeneberang sudah diatas baku Mutu kualitas air menurut PP 22/2021. “Kadar khlorin dan phospat di sungai Jeneberang diatas baku mutu, dijembatan kembar Kota Gowa Khlorinnya 0.09 ppm padahal baku mutu di PP 22/2021 Tidak boleh lebih dari 0.03 ppm pencemaran khlorin ini berasal dari aktivitas pertanian dan limbah cair domestik, jika ingin mengendalikan pencemaran air sungai pemerintah harus membangun instalasi pengolah air limbah domestik,” tuturnya.

NoLokasiJenis Mikroplastik (100 Liter)Total
FiberFilamenFragmen
1.Dermaga Daeng Tata1684856272
2.Jembatan Kembar Gowa16008168
3.Tallo – Kerabat Kera-kera4812868
3766072508
taminasi Mikroplastik dalam Air Sungai Jeneberang Oktober 2022

Dari Tabel diatas diketahui sungai Jeneberang telah terkontaminasi mikroplastik rata-rata 169 Partikel mikroplastik dalam 100 liter air sungai. “Penelitian Komunitas Pemerhati Sungai Jeneberang menemukan bahwa sungai Jeneberang telah terkontaminasu Mikroplastik  dengan rata-rata 169 partikel mikroplastik dalam 100 liter air sungai, sedangkan jenis mikroplastik yang mendominasi adalah jenis fiber atau benang sebesar 74% disusul jenis fragmen atau cuilan plastik sebesar 14% sedangkan jenis filament atau lembaran sebesar 12%,” ungkap Peneliti Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Prigi Arisandi.

Lebih lanjut Prigi menjelaskan bahwa banyaknya mikroplastik jenis fiber ini menunjukkan pencemaran limbah domestic yang tidak dikelola dan langsung di buang kesungai, salah satu komponen limbah domestic adalah air limbah cucian pakaian. “Pakaian yang kita pakai saat ini umumnya jenis polyester yang terbuat dari plastik, dalam proses pencucian benag-benang plastik akan rontok dan terbilas dalam air cucian dan mencemari air sungai karena umumnya limbah domestic rumah tangga di Kota Makasar dibuang ke media air tanpa proses pengolahan.

Mikroplastik Ancam Kesehatan

Secara umum Tim ESN melihat ada 3 faktor penyebab pencemaran mikroplastik di Sungai Jeneberang

  1. Minimnya layanan pengangkutan sampah dari rumah-rumah penduduk ke Tempat Pengumpulan sampah sementara. Secara umum kota/kabupaten di Indonesia hanya mampu melayani kurang dari 40% penduduk, sehingga 60% penduduk Indonesia tidak terlayani pengangkutan sampah, mereka umumnya membakar sampah, menimbun dan membuangnya ke sungai, tiap tahun Indonesia membuang 3 juta ton sampah plastik ke laut melalui sungai dan menjadikan Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua setelah China.
  2. Minimnya kesadaran memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya, Indeks kepedulian lingkungan penduduk Indonesia masih rendah yaitu 0,56 dari skala 0-1, rendahnya kepedulian inilah yang menyebabkan penduduk Indonesia membuang sampah seenaknya, termasuk membuang sampah ke sungai, termasuk di Makasar dan Gowa.
  3. Masifnya penggunaan Plastik sekali pakai, plastik sekali pakai seperti tas kresek, sedotan, Styrofoam, popok dan botol plastik masih massif digunakan di Kota Makasar dan Gowa sehingga perlu pengendalian penggunaan plastik sekali pakai.

“Mikroplastik adalah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari hasil pemecahan dari sampah plastik seperti tas kresek, Styrofoam, botol plastik, sedotan, alat penangkap ikan, popok dan sampah plastik lainnya yang dibuang di aliran sungai Jeneberang, karena paparan sinar matahari dan pengaru fisik pasang surut maka sampah plastik ini akan rapuh dan terpecah menjadi remah-remah kecil,” tutup Prigi.

Tags: aliansi zero waste indonesiaecotonmikroplastikpencemaran sungaiplastik sekali pakaisachetzero waste lifestyle
Previous Post

Nol Sampah Ajak Masyarakat Jombang Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Next Post

Gerakan Guna Ulang Sebagai Upaya untuk Mewujudkan Percontohan Ekosistem Guna Ulang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026
Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

April 22, 2026
Kurangi Plastik Sachet, Komunitas Wadulink Buka Toko Isi Ulang Welink

Peran Perempuan dalam Menangani Sampah

April 21, 2026
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

April 14, 2026

Recent News

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

Bencana TPA Asia Jadi Alarm, Delegasi Indonesia Serukan Zero Waste di Pekan Iklim Yeosu

April 23, 2026
Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

Pupuk Organik Cair Jadi Harapan Baru Petani Kota Batu Di Hari Bumi 2026

April 22, 2026
Kurangi Plastik Sachet, Komunitas Wadulink Buka Toko Isi Ulang Welink

Peran Perempuan dalam Menangani Sampah

April 21, 2026
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

April 14, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In