Monday, February 2, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Artikel

Bahaya di Balik Menumpuknya Gas Metana di TPA

by Aliansi Zero Waste Indonesia
November 23, 2023
in Artikel
Reading Time: 4min read
0
Bahaya di Balik Menumpuknya Gas Metana di TPA

TPA

0
SHARES
4.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau lebih dikenal sebagai tempat sampah, menjadi tempat penampungan akhir bagi berbagai jenis limbah. Salah satu bahaya yang sering terjadi di TPA adalah penumpukan gas metana (CH4). Gas ini merupakan hasil dari proses dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme di lingkungan yang kurang oksigen. Meskipun gas metana sendiri tidak beracun, tetapi dapat menjadi ancaman serius jika menumpuk dalam jumlah besar, terutama karena potensi kebakaran yang dapat diakibatkannya.

Dalam kurun waktu lima bulan saja, Aliansi Zero Waste Indonesia mencatat sekitar 38 TPA  terbakar karena ledakan gas metana yang dipicu cuaca panas. Peningkatan suhu udara yang ekstrem serta kelembaban yang tinggi menjadi pemicu utama ledakan di TPA. Akibatnya, gas metana yang dihasilkan dari aktivitas pembusukan sampah di TPA menjadi lebih mudah terbakar dan menyebabkan kebakaran yang sulit untuk dikendalikan. Kejadian ini tentunya menimbulkan bencana kedaruratan sampah di tiap daerah. 

Sampah Sisa Makanan Tak Terkelola dengan Baik

Salah satu jenis sampah organik yang menimbulkan gas metana adalah sampah sisa makanan yang tak terolah dan bercampur di TPA. Indonesia memang punya masalah dengan sisa makanan. Data hasil analisis kolaborasi pemerintah dengan Foreign Commonwealth Office Inggris selama 20 tahun terakhir juga menyebutkan limbah makanan yang terbuang atau food loss and waste di Indonesia mencapai 23 juta ton-48 juta ton per tahun pada periode 2000-2019. Angka ini setara 115 kg-184 kg sampah sisa makanan per kapita per tahun.

Sampah sisa makanan dari rumah tangga. (Foto: Kia/AZWI)

Urgensi pemerintah untuk menangani sampah sisa makanan serta kesadaran masyarakat juga bisa dikatakan minim. Hal ini terungkap dalam data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada tahun 2021; sampah makanan mendominasi klasemen limbah yang mencemari Indonesia, dengan jumlah mencapai 46,35 juta ton, hampir dua kali lipat dari sampah plastik yang berada di peringkat kedua dengan 26,27 ton.

Ironisnya di saat begitu banyak makanan yang dibuang, masih banyak penduduk Indonesia yang kelaparan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan sebanyak 13,8 persen balita di Indonesia mengalami kurang gizi dan 3,9 persen lainnya menderita gizi buruk. Fakta lain menyebutkan 34,74 persen rumah tangga di Indonesia masih memanfaatkan bantuan beras miskin (Raskin) dari pemerintah.

Bom Waktu Sampah Sisa Makanan

Sampah sisa makanan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap dampak negatif terhadap lingkungan. Sebab, sampah jenis ini juga dapat menghasilkan gas metana sekaligus emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang melecut peningkatan pemanasan global (krisis iklim).

Mengacu data World Resources Institute (WRI), sampah makanan turut menyumbang 8 persen dari emisi global. Dilansir dari Iklimku, Emisi GRK yang menguar dari limbah pangan dalam kurun waktu dua dekade terakhir mencapai 1.702,9 Megaton CO2-ekuivalen. Angka gabungan dari food waste & food loss itu menyumbang sekitar 7,29 persen rata-rata emisi GRK saban tahunnya. Jika mengacu pada data, di Indonesia setiap tahun ada sekitar 250 ribu ton bahan dasar pangan yang terbuang percuma.

Sementara itu, kandungan metan juga berbahaya bagi manusia. Ia memiliki potensi 25 kali lebih beracun dari karbon dioksida. Tak hanya berbahaya bagi paru-paru manusia, gas metana jika tak memperoleh pasokan oksigen cukup dan tertimbun dalam waktu lama, dapat beralih rupa menjadi bom waktu.

Bukan sekadar metafora, bom waktu itu nyata dan terbukti melalui peristiwa tragis yang terjadi satu setengah dekade lalu di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. Peristiwa maut tersebut, merenggut 157 nyawa manusia, dan menghilangkan 2 desa dari peta. Sejak saat itu, diperingati setiap tahun sebagai Hari Peduli Sampah Nasional.

Urgensi Penanganan Sampah Makanan

Permasalahan ini memperlihatkan urgensi untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan pemerintah dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah makanan. Meski sebelumnya sudah ada aturan untuk melarang organik ke TPA seperti yang dilakukan pemerintah daerah Jawa Barat, namun sejauh ini AZWI belum melihat adanya tindakan serius yang dilakukan oleh pemerintah untuk menegakkan aturan melarang organik–yang di dalamnya terkandung sampah makanan– masuk ke TPA.

Hal ini menimbulkan keprihatinan terkait keefektifan peraturan dan perlunya langkah-langkah lebih lanjut dalam penegakan aturan demi keberhasilan pengelolaan sampah makanan yang berkelanjutan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah makanan yang efisien dan dapat diandalkan. 

Inisiatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak sampah sisa makanan terhadap lingkungan perlu ditingkatkan, sambil mendorong penerapan solusi kreatif untuk menangani sampah organik lainnya secara aman. Selain itu, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum oleh pemerintah menjadi kunci untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang sudah ada, guna mencapai tujuan bersama dalam mengurangi dampak negatif sampah makanan terhadap lingkungan. (Kia)

Tags: azwikebakaran TPAkrisis iklimsampah makanansampah sisa makanansisa makananTPAzero wastezero waste cities
Previous Post

Adakan Pameran Eco Enzyme, Kader Lingkungan SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Ajak Pilah dan Olah Sampah di Rumah

Next Post

INC-3 Perjanjian Plastik Global: Sulitnya Negosiasi untuk Menyelesaikan Pencemaran Plastik Sejak dari Hulu

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
insinerator

Menata Ulang Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional: Perkuat Larangan Insinerator dan Percepat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

January 23, 2026
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025

Recent News

insinerator

Menata Ulang Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional: Perkuat Larangan Insinerator dan Percepat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

January 23, 2026
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In