Friday, March 6, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Siaran Pers

Banyumas Belum Jadi Kisah Sukses, AZWI Desak Reformasi Tata Kelola Sumber Sampah

by Aliansi Zero Waste Indonesia
March 21, 2025
in Siaran Pers
Reading Time: 5min read
0
Banyumas Belum Jadi Kisah Sukses, AZWI Desak Reformasi Tata Kelola Sumber Sampah
0
SHARES
600
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Untuk dirilis segera 

Jakarta, 21 Maret 2025 – Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) menyoroti berbagai kelemahan dalam tata kelola pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas. Meski kerap dianggap sebagai model keberhasilan dan banyak pihak mendorong untuk mereplikasi tata kelola di Kabupaten Banyumas, namun justru fakta di lapangan masih menunjukan permasalahan mendasar yang belum terselesaikan dan sangat serius.

AZWI menilai keberhasilan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas masih bersifat semu karena tidak memenuhi prasyarat utama tata kelola, yaitu regulasi yang jelas, kelembagaan yang kuat dan keberlanjutan, serta pendanaan yang memadai. Selain itu partisipasi berbagai pemangku kepentingan dalam proses pengelolaan sampah masih belum optimal.

Data menunjukkan bahwa pada tahun lalu, terjadi penumpukan sampah sekitar 5.000 ton di berbagai fasilitas pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas. Kondisi ini dipicu oleh kendala teknis dan keterbatasan teknologi yang belum memenuhi standar kualitas, sehingga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas. 

“Mengembangkan kebijakan dan proyek nasional berdasarkan kesuksesan sementara, tanpa pondasi tata kelola yang kuat, menyebabkan terjadinya pemborosan APBN dan APBD serta menyebabkan kita kehilangan waktu untuk mengatasi krisis sampah secara tuntas,” tegas David Sutasurya, Direktur Eksekutif YPBB. 

Alih-alih mendorong pencegahan dan pengurangan sampah dari sumbernya, kebijakan yang didorong dan diterapkan masih bertumpu pada teknologi mahal yang tidak menyelesaikan akar permasalahan tata kelola. Minimnya sistem pemilahan sampah yang efektif, lemahnya penegakan regulasi, serta kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran mengakibatkan solusi yang ditawarkan hanya sementara tanpa adanya perubahan sistemik. Jika tidak segera diperbaiki, kelemahan tata kelola yang tidak tepat ini berisiko menimbulkan beban jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan di masa depan.   

“Pemilahan sampah di sumber adalah cara terbaik untuk memastikan pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan. Memilah sampah tercampur di TPS3R dan TPST  dengan berbagai teknologi pemusnah sampah dan sistem berbiaya tinggi yang akhirnya mangkrak, tidak berkelanjutan karena pemerintah daerah tidak mampu membiayainya,” kata Catur Yudha Hariani, Direktur PPLH Bali. 

Pemerintah Kabupaten Banyumas mengklaim mengubah sampah jadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai salah satu keberhasilan dalam pengelolaan sampah. Namun, kenyataan di lapangan masih jauh dari optimal. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Nol Sampah tahun 2024 menemukan bahwa sampel  bahan baku RDF dan paving mengandung klorin. Temuan ini mengindikasikan potensi pelepasan senyawa karsinogen dioksin dan furan selama proses pembakaran. Hal ini akan menghasilkan beban kesehatan jangka panjang bagi masyarakat dan kontaminasi rantai makanan. 

“Bahan baku paving plastik di TPA Banyumas terdiri dari plastik campuran, tidak ada pemilahan. Jika kandungan klorin dalam produk RDF tinggi, membakar RDF berpotensi menghasilkan dioksin dan furan yang berbahaya untuk kesehatan dan lingkungan. Perlu ada pencegahan dan pemantauan emisi dioksin dan furan sebagaimana yang diatur Permen LHK No. 70 tahun 2016,” tambah Hermawan Some, Direktur Nol Sampah Surabaya.

Sejatinya, kisah sukses dalam pengelolaan sampah sudah banyak terjadi di berbagai kota di negara berkembang dan bukan hal baru. Siquijor di Filipina, Shanghai di China dan Bangalore di India telah membuktikan bahwa regulasi yang dirancang dengan baik, didukung oleh kebijakan kelembagaan yang kuat, pendanaan yang memadai, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum yang tegas merupakan prasyarat utama untuk mencapai kinerja pengelolaan sampah yang tinggi, efektif dan berkelanjutan tanpa mencemari lingkungan.

“Kota San Fernando di Filipina misalnya, dalam waktu satu tahun saja telah berhasil meningkatkan pengumpulan sampah organik dan daur ulang dari 12% menjadi 60%, dan saat ini tingkat pengumpulannya telah mencapai 80%. Semua dilakukan dengan pendekatan pembatasan timbulan, pengumpulan terpilah dan pengomposan komunal di tiap barangay (desa) tanpa kegiatan pemusnahan sama sekali. Filipina memiliki peraturan yang tegas mewajibkan semua barangay menyediakan sarana dan menjalankan sistem layanan pengelolaan sampah terpilah dan pengolahan organik. Pemerintah Filipina melakukan penilaian tahunan pada kinerja barangay dan akan memberikan sanksi jika pengelolaan sampah tidak dilaksanakan dengan baik,”  tegas Daru Setyorini, Direktur ECOTON.

Kemampuan pemerintah sebagai regulator yang kuat bagi produsen dan sumber sampah merupakan faktor kunci keberhasilan pengelolaan sampah di berbagai kota maju. Kegagalan berbagai pemerintah daerah di Indonesia dalam menerapkan PERKADA tentang pemilahan, pelarangan, serta pengurangan produk dan kemasan sekali pakai menunjukan lemahnya kelembagaan dan kurangnya komitmen pendanaan pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutan. 

Sejak awal kehebohan pengelolaan sampah Banyumas, AZWI telah melihat bahwa kisah keberhasilan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas too good to be true. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sering lupa bahwa program yang masif yang diterapkan di Kabupaten Banyumas hanya dapat berjalan karena keberanian pimpinan daerah mengalokasikan sekitar 6% APBD untuk pengelolaan sampah, yang sebagian besar digunakan untuk investasi. Sayangnya, kebijakan tersebut tidak didukung oleh amanat alokasi anggaran yang kuat pada dokumen perencanaan daerah, padahal anggaran operasional pengelolaan sampah perlu terus tersedia dalam jumlah memadai. 

Selain itu, dari sisi kelembagaan pada dasarnya Kabupaten Banyumas menggunakan pendekatan ‘lepas tangan’, yang sama saja dengan pemerintah daerah lain yaitu mengandalkan pada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang merupakan lembaga informal sebagai pengelolaan fasilitas pengelolaan sampah. Akibatnya sangat sulit mempertahankan kinerja pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Kebuntuan dalam peningkatan kinerja pengelolaan sampah di seluruh Indonesia, tidak dapat dilepaskan dari berbagai kebijakan Pemerintah Pusat yang belum berhasil menciptakan ekosistem tata kelola yang kondusif. Kami menyambut baik inisiatif dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk menerapkan penegakan hukum yang tegas kepada Kabupaten/kota. Namun masih banyak pekerjaan lain yang perlu diselesaikan untuk membangun ekosistem tata kelola yang mendukung pemerintah daerah. Diantaranya adalah evaluasi pembagian kewenangan dan kelembagaan pada Undang-Undang Pemerintah Daerah, posisi urusan pengelolaan sampah, serta mempertegas standar pengelolaan sampah pada regulasi nasional menjadi terpilah dan berorientasi pada pengolahan dan pemanfaatan sampah organik di sumber sampah, pembatasan timbulan dan guna ulang,” pungkas David.

-Selesai-

dokumentasi dapat diunduh di sini

Narahubung

Kia, Comms Officer AZWI
Email: kia@aliansizerowaste.id
Telepon: 0852 1580 9537

Tentang Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah jaringan organisasi yang mengkampanyekan implementasi konsep zero waste yang benar melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen untuk mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan prinsip hirarki pengelolaan sampah dan siklus hidup material.

Website: aliansizerowaste.id

Previous Post

Protokol Guna Ulang Untuk Mewujudkan Ramadan Ramah Lingkungan

Next Post

Aksi Jelajah Pasar dan Belanja Minim Plastik di Pasar Jebres: Langkah Nyata Menuju Kota Ramah Lingkungan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

February 13, 2026
Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

February 10, 2026
Ketua Baru INC Terpilih, Negosiasi Perjanjian Global Plastik Kembali Dilanjutkan

Ketua Baru INC Terpilih, Negosiasi Perjanjian Global Plastik Kembali Dilanjutkan

February 9, 2026
Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

February 6, 2026

Recent News

Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

February 13, 2026
Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

February 10, 2026
Ketua Baru INC Terpilih, Negosiasi Perjanjian Global Plastik Kembali Dilanjutkan

Ketua Baru INC Terpilih, Negosiasi Perjanjian Global Plastik Kembali Dilanjutkan

February 9, 2026
Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

February 6, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In