Friday, January 16, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Reportase

Bahaya! Mikroplastik Ditemukan pada Jajanan Anak Sekolah, Apa Saja Akibatnya? 

by Aliansi Zero Waste Indonesia
April 22, 2025
in Reportase
Reading Time: 4min read
0
Bahaya! Mikroplastik Ditemukan pada Jajanan Anak Sekolah, Apa Saja Akibatnya? 
0
SHARES
309
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mikroplastik kini telah merambah ke lingkungan sekolah, salah satunya melalui jajanan-jajanan seperti risoles, nasi goreng, roti kemasan, dan minuman berasa. Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) mengadakan sebuah webinar dengan tajuk “Mikroplastik dalam Jajanan Sekolah: Dampak Bagi Kesehatan Anak” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama para orang tua, guru, dan pihak sekolah, mengenai pentingnya menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi anak-anak di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari Dialogue Series Menuju Perjanjian Plastik Global: Pengurangan Sampah Plastik Demi Kesehatan Lingkungan

Webinar yang diselenggarakan pada Kamis, (21/11/2024) lalu ini, diisi oleh pakar lingkungan, mulai dari Manajer Program Kota Berkelanjutan di Gita Pertiwi, Khoirunnisa, Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecoton Rafika Aprilianti, Program Manager PPLH Bali Ni Made Diyah Darma Yanti, Guru SDN 7 Dauh Puri I Gusti Agung Dwiari, dan Unika Soegijapranata Y Budi Widianarko dan Fidelis Eka Satriastanti yang memandu berjalannya webinar. 

Manajer Program Kota Berkelanjutan Gita Pertiwi, Khoirunnisa, memaparkan mengenai kantin sekolah ramah anak yang telah diinisiasi sejak 2018 lalu. Khoirunnisa menemukan setidaknya 5,65 kg sampah anorganik setiap harinya, dimana sampah anorganik tersebut sebagian besarnya adalah sampah plastik. Lebih lanjut, riset tersebut juga mengungkap adanya kandungan mikroplastik pada jajanan anak di sekolah akibat penggunaan plastik sekali pakai sebagai kemasannya.  

“Berdasarkan dari riset yang kami lakukan tentang timbulan sampah, kami melakukan riset untuk mikroplastik pada pangan jajanan anak sekolah yang hasilnya dari ketiga sampel yang kami ujikan, itu semua mengandung mikroplastik dan yang paling banyak itu dalam bentuk fiber dan fragmen,” jelas Khoirunnisa dalam pemaparan risetnya. 

Tak hanya pada jajanan sekolah, Kepala Laboratorium Mikroplastik ECOTON, Rafika Aprilianti, juga menemukan mikroplastik dalam minuman pemanis kemasan dimana minuman-minuman tersebut sering kita konsumsi setiap harinya. 

“Karena bungkus atau kemasan dari minuman manis ini adalah si plastik, nah yang mana plastik itu ada 16.000 senyawa kimia yang beracun, yang mana kalau si kemasan ini terkena gesekan ataupun terkena sinar matahari langsung, itu akan terdegradasi atau kalau kata Bahasa Jawanya itu mrotol, gitu ya,” ujar Rafika yang memaparkan proses masuknya mikroplastik dalam minuman kemasan. 

“Plastik itu rapuh, kalau terkena panas. Terkena gesekan itu rapuh. Jadi senyawa kimia tadi itu bisa rontok di minuman yang kita minum setiap harinya,” lanjutnya. 

Makanan dan minuman yang mengandung mikroplastik tersebut kemudian dikonsumsi oleh manusia dan akhirnya mencemari darah manusia. Rafika juga menyebutkan bahwa dalam risetnya menemukan kandungan mikroplastik dalam darah manusia, dimana mikroplastik tersebut merupakan jenis yang sama dengan yang digunakan pada kemasan makanan dan minuman. 

Ni Made Diyah dan I Gusti Agung juga memaparkan mengenai mikroplastik di lingkungan sekolah. Beberapa solusi dan penanggulangan yang Diyah gunakan untuk meminimalisir plastik di Bali salah satunya adalah dengan cara mengajak anak-anak membuat tumbler, membuat tempat makan, mengadakan sistem reuse dan refill di kantin sekolah, hingga meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai pada kegiatan di sekolah. 

Diyah juga menyebutkan beberapa cara penting untuk mencegah mikroplastik pada makanan atau minuman, antara lain: 

  1. Memastikan proses produksi bersih dan steril untuk menghindari kontaminasi mikroplastik yang dapat berasal dari pecahan kain/lap yang digunakan saat proses pembuatan makanan
  2. Menghindari pengemasan dan penyimpanan makanan dalam kondisi panas dan terpapar sinar matahari secara langsung
  3. Bijak memilih dan menggunakan kemasan pembungkus, penyajian, dan peralatan makanan dengan meminimalisir penggunaan plastik terutama yang bersifat sekali pakai

Tidak hanya pada jajanan sekolah, air minum kemasan baik yang berbentuk botol maupun galon, ditemukan juga 325 partikel mikroplastik per liternya. Tidak hanya pada manusia, mikroplastik bahkan ditemukan pada hewan-hewan yang terpapar langsung dengan sampah plastik. Seperti sapi yang tinggal di sekitar dan hewan-hewan laut yang sudah tercemar oleh sampah plastik. 

“Risiko keamanan pangan hanya dapat diminimalkan dengan cara mereduksi semaksimal mungkin. Jadi gerakan-gerakan tadi untuk single use plastic dan sejenisnya itu memang bagian dari itu. Sehingga paparan antara plastik dan pangan itu berkurang,” pungkas Budi Widianarko dalam menutup presentasinya. 

Khoirunnisa juga memberikan beberapa solusi guna mencegah bahaya B3 dan mikroplastik, mulai dari kebijakan sekolah tentang pangan sehat dan penggunaan wadah guna ulang, forum multi-pihak, menggunakan cat bebas timbal, tidak menggunakan pestisida, bebas dari bahan kimia berbahaya, hingga sertifikat penyuluhan keamanan pangan. Namun, solusi tersebut masih memiliki tantangan, salah satunya adalah replikasi di Sekolah Negeri seperti aturan, birokrasi, dan anggaran. 

Sejatinya, pencegahan mikroplastik yang paling utama adalah dengan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai sebagai kemasan makanan ataupun minuman mengingat dampaknya yang cukup besar bagi manusia. Solusi yang bisa digunakan adalah dengan mengganti plastik dengan alternatif lainnya yang lebih ramah lingkungan. (Magang-Pinkan)

Tags: ecotonmikroplastik
Previous Post

Kajian PLTSa di Indonesia: Sampah jadi Energi Listrik, Menyelesaikan atau Menambah Masalah? 

Next Post

Dietplastik Indonesia Kuatkan Kolaborasi untuk Kurangi Emisi Metana di TPA

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025

Recent News

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In