Tuesday, April 21, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Siaran Pers

Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

by Aliansi Zero Waste Indonesia
February 6, 2026
in Siaran Pers
Reading Time: 5min read
0
Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga
0
SHARES
314
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 4 Februari 2026. Di tengah krisis pengelolaan sampah yang masih berlangsung di berbagai wilayah perkotaan, upaya pengurangan sampah dan perbaikan kualitas udara membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan teknologi. Diperlukan keterlibatan aktif warga, pendekatan yang sesuai dengan konteks lokal, serta sistem pendukung yang memungkinkan perubahan terjadi secara berkelanjutan.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Dietplastik Indonesia, dengan dukungan Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB), secara resmi meluncurkan FIREFLIES (Fostering Innovation, Research, and Engagement for Fire-Free Living through Inclusive Education and Solutions). Proyek ini bertujuan membangun sistem pengawasan dan pelaporan berbasis warga, memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya, serta mendorong transformasi norma sosial menuju praktik hidup tanpa pembakaran sampah.

Peluncuran FIREFLIES dilakukan melalui acara Kick-Off FIREFLIES yang digelar di Jakarta, sekaligus menandai dimulainya implementasi program di lapangan. Kegiatan ini menjadi ruang temu lintas pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan pemerintah daerah, akademisi, hingga perwakilan kelurahan dan RW lokasi percontohan di Jakarta, Depok, dan Bogor. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat dukungan riset, edukasi, dan inovasi sistemik dalam pelaksanaan FIREFLIES.

“Praktik pembakaran sampah terbuka yang terjadi masyarakat berkontribusi 11% pada polusi udara di Jabodetabek. Praktik ini juga berkontribusi menyumbang super pollutants yang berdampak pada isu perubahan iklim. FIREFLIES berangkat dari keyakinan bahwa solusi lingkungan yang efektif harus tumbuh dari akar permasalahannya. Kami melakukan pendekatan pada program ini dengan melihat pengukuran kualitas udara, kajian sosial budaya, dan perbaikan infrastruktur pengelolaan sampah. Proyek ini ingin memperkuat kapasitas warga agar mampu mengelola sampahnya sendiri dengan cara yang tepat, partisipatif, dan berdampak langsung pada kualitas lingkungan,” ujar Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Dietplastik Indonesia.

Kolaborasi lintas sektor dalam Kick-Off FIREFLIES diharapkan dapat memastikan bahwa intervensi yang dilakukan relevan dengan kondisi lapangan serta selaras dengan arah kebijakan nasional di bidang pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran. Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI menekankan pentingnya inisiatif berbasis masyarakat dalam mendukung agenda pengurangan sampah dan mitigasi perubahan iklim.

“Pengurangan sampah dari sumber dan perubahan praktik di tingkat komunitas merupakan fondasi penting dalam pengelolaan sampah nasional dan upaya penurunan emisi. Program yang melibatkan warga secara aktif seperti FIREFLIES akan memperkuat implementasi kebijakan di lapangan berdasarkan aturan yang sudah ada seperti, ” ujar Ibu Nurmayanti, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya Kementerian Lingkungan Hidup.

Dalam implementasinya, FIREFLIES dijalankan melalui tiga komponen utama. Pertama, riset sosial-budaya untuk memahami praktik dan tantangan pengelolaan sampah di tingkat lokal. Kedua, program edukasi dan kampanye perubahan perilaku yang kontekstual dan berbasis komunitas. Ketiga, penguatan sistem pendukung, termasuk penyediaan fasilitas pengelolaan sampah dari sumber serta mekanisme pemantauan dan pelaporan partisipatif. Pada tahun pertama, proyek ini difokuskan pada uji coba model di tingkat RW sebagai dasar pengembangan dan replikasi ke wilayah lain.

Dari sisi kesehatan dan lingkungan, para akademisi menegaskan bahwa praktik pengelolaan sampah yang kurang tepat di tingkat komunitas memiliki dampak langsung terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

“Polusi udara, salah satunya bisa berasal dari pembakaran sampah, memberikan dampak bukan hanya yang dapat dirasakan saat ini, seperti batuk, pilek, atau infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Partikel dalam polusi ini memberikan “deposit” yang menyebabkan kerusakan di jantung, paru-paru, kulit, darah, sampai dengan tulang. Polusi udara, jika terus dibiarkan akan menjadi silent killer. Pengelolaan sampah harus ditangani secara serius agar dapat mengurangi emisi, yang berdampak pada menurunnya potensi polusi udara,” papar Prof. Dr. R. Budi Haryanto, M.Kes., M.Sc. selakuTenaga Ahli Kesehatan Lingkungan.

Sementara itu, dari perspektif iklim, pengurangan sampah dan perbaikan sistem pengelolaannya juga berperan penting dalam menekan emisi berumur pendek yang berdampak signifikan terhadap pemanasan global.

“Super pollutants, seperti black carbon, bisa terjadi dari pembakaran sampah yang dilakukan di pemukiman. Dari super pollutant ini dapat menyebabkan meningkatnya PM 2,5, polutan yang ada di udara, yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Jika kita dapat menurunkan super pollutant dari sumber, salah satunya pembakaran sampah dari pemukiman, dengan intervensi dan pengukuran yang tepat, kita dapat menurunkan emisi super pollutant di tahun 2030 dan memberikan kualitas udara yang lebih sehat.” jelas Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, M.Eng. selaku Tenaga Ahli Kualitas Udara FIREFLIES.

Salah satu pendekatan yang dilakukan pada FIREFLIES adalah aspek sosial budaya dari lokasi intervensi program yang akan dilakukan.

“Dalam kehidupan masyarakat, keputusan untuk melakukan perilaku membakar sampah dapat menjadi konsekuensi dari faktor eksternal yang mempengaruhi, seperti ketersediaan infrastruktur, atau seperti keputusan politik di tempat tinggalnya. Jabodetabek menjadi titik penting intervensi program untuk memahami secara menyeluruh sebab akibat dari perilaku membakar sampah. Dalam FIREFLIES, aspek sosial budaya dapat mencakup pemahaman arti sampah di masyarakat, memahami keputusan untuk membakar sampah, sampai dengan memetakan intervensi yang memungkinkan untuk dilakukan di lokasi program,” ungkap Sofyan Ansori, Ph.D , sebagai Tenaga Ahli Antropologi FIREFLIES.

Melalui FIREFLIES, Dietplastik Indonesia dengan dukungan Viriya ENB menargetkan lahirnya model pengelolaan sampah dengan mendukung peningkatan kualitas udara dari kekuatan komunitas dan dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia. Tidak hanya itu, pada program ini, FIREFLIES bekerjasama dengan Research Center for Climate Change Universitas Indonesia (RCCC UI) untuk melihat dampak kesehatan dan tim Antropologi Universitas Indonesia (UI) untuk melihat aspek sosial budaya yang menyempurnakan pendekatan dan intervensi program.

“Kami mendukung proyek FIREFLIES ini agar dapat menjadi wadah diskusikan isu pengelolaan sampah yang terjadi di masyarakat, seperti pembakaran sampah, sehingga terbentuk solusi yang dilakukan dengan pendekatan sosial budaya dan juga pendekatan sains untuk meningkatkan kualitas udara di lingkungan kita,” ujar Ibu Suzanty Sitorus, Direktur Eksekutif Viriya ENB.

Kontak Media:
contact@plasticdiet.id
+62811-2441-901

Tentang Proyek FIREFLIES

FIREFLIES (Fostering Innovation, Research, and Engagement for Fire-Free Living through Inclusive Education and Solutions) adalah proyek kolaboratif yang bertujuan memperkuat pengurangan sampah dari sumber, meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah berbasis komunitas, dan berkontribusi pada penurunan emisi di wilayah Jabodetabek melalui riset, edukasi, dan solusi partisipatif.

Tentang Dietplastik Indonesia

Dietplastik Indonesia adalah organisasi nirlaba yang mendorong perubahan sistemik untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai, memperluas sistem guna ulang di Indonesia, dan mengadvokasi pengurangan emisi metana dari sektor sampah. Sejak 2013, kami telah memimpin advokasi nasional — mendukung lebih dari 100 kota dalam menerapkan pelarangan plastik — serta membangun solusi inklusif seperti Pasar Bebas Plastik dan Gerakan Guna Ulang. Kami juga mengatasi krisis iklim dan pencemaran dari hulu dengan mendorong pengelolaan sampah organik langsung dari sumbernya — memastikan sampah tidak hanya dikurangi, tetapi juga tidak tercampur dan salah kelola. Misi kami adalah menghentikan polusi plastik dan menurunkan emisi gas rumah kaca dengan mengubah cara sampah diproduksi, dikonsumsi, dan dikelola, sekaligus mendorong perubahan budaya dan struktur — di mana guna ulang menjadi norma, sampah dicegah dari sumbernya, dan komunitas lokal diberdayakan untuk memimpin transisi yang adil menuju masa depan yang lebih bersih dan sehat.

Tags: zero waste
Previous Post

Gen Z Jawa Timur Desak DPRD Provinsi Segera Susun Perda Pembatasan Plastik Sekali Pakai

Next Post

Ketua Baru INC Terpilih, Negosiasi Perjanjian Global Plastik Kembali Dilanjutkan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Kurangi Plastik Sachet, Komunitas Wadulink Buka Toko Isi Ulang Welink

Peran Perempuan dalam Menangani Sampah

April 21, 2026
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

April 14, 2026
Brand Audit Ungkap Dominasi Sampah Sachet Di Kota Kediri, Refill System Jadi Solusi Strategis

Brand Audit Ungkap Dominasi Sampah Sachet Di Kota Kediri, Refill System Jadi Solusi Strategis

April 9, 2026
Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang

Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang

April 6, 2026

Recent News

Kurangi Plastik Sachet, Komunitas Wadulink Buka Toko Isi Ulang Welink

Peran Perempuan dalam Menangani Sampah

April 21, 2026
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

April 14, 2026
Brand Audit Ungkap Dominasi Sampah Sachet Di Kota Kediri, Refill System Jadi Solusi Strategis

Brand Audit Ungkap Dominasi Sampah Sachet Di Kota Kediri, Refill System Jadi Solusi Strategis

April 9, 2026
Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang

Lonjakan Harga dan Krisis Pasokan Plastik Tunjukkan Saatnya Indonesia Beralih ke Sistem Guna Ulang

April 6, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In