Siaran Pers
Untuk Dirilis Segera
Jenewa, Swiss, 7 Feb 2026 – Proses perundingan perjanjian global tentang polusi plastik akan kembali dilanjutkan setelah Resumed Session Intergovernmental Negotiating Committee (INC 5.3) berhasil menyepakati pemilihan Ketua INC yang sempat tertunda. Keputusan ini mengakhiri kebuntuan kelembagaan yang sebelumnya menghambat jalannya negosiasi menuju perjanjian global yang mengikat secara hukum untuk mengakhiri polusi plastik.
INC5.3 diselenggarakan sebagai pertemuan lanjutan dari sidang sebelumnya yang belum berhasil menyelesaikan satu persoalan krusial, yakni pemilihan Ketua INC. Kekosongan posisi Ketua terjadi setelah pengunduran diri Luis Vayas Valdivieso selaku Ketua INC sebelumnya. Tanpa kepemimpinan yang sah, proses negosiasi dinilai berisiko berjalan berlarut-larut dan kehilangan arah.
Sejak awal sidang, pimpinan rapat menegaskan bahwa pertemuan ini tidak ditujukan untuk membahas substansi perjanjian, seperti pengurangan plastik atau kewajiban negara, melainkan difokuskan secara eksklusif pada penyelesaian isu prosedural dan kelembagaan, khususnya pemilihan pimpinan INC. Penegasan ini dimaksudkan untuk menjaga fokus diskusi dan mencegah perluasan agenda.

Ketegangan muncul saat sidang memasuki agenda utama, yakni pemilihan Ketua INC. Tiga kandidat diajukan masing-masing oleh Chile, Pakistan, dan Senegal. Perbedaan pandangan berkembang, baik terkait figur yang dianggap layak maupun mekanisme pengambilan keputusan. Sejumlah negara, termasuk Indonesia dan beberapa anggota Like-Minded Countries, menekankan pentingnya pemilihan Ketua melalui konsensus demi menjaga legitimasi politik dan kepercayaan antarnegara dalam proses perundingan ke depan.
Namun, kelompok negara lain berpandangan bahwa upaya mencapai konsensus telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa hasil. Dengan keterbatasan waktu pertemuan dan berbagai kendala logistik, termasuk persoalan visa dan jadwal kepulangan delegasi, kelompok ini menilai bahwa penggunaan pemungutan suara tertutup (secret ballot) merupakan langkah yang sah sesuai dengan aturan prosedur INC untuk menghindari kebuntuan berkepanjangan.
Dengan mempertimbangkan bahwa seluruh upaya mencapai konsensus telah dilakukan secara maksimal, sidang akhirnya menyepakati penggunaan mekanisme pemungutan suara tertutup sesuai dengan aturan prosedur INC. Proses voting dilakukan secara tertib dengan penunjukan teller untuk memastikan jalannya pemilihan yang adil dan transparan. Hasil pemungutan suara menetapkan Julio Cordano dari Chile sebagai Ketua INC yang baru.
Anggota Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), Dietplastik Indonesia dan Nexus3 Foundation, turut menghadiri pertemuan ini sebagai pengamat (observer). Menanggapi hasil pemilihan tersebut, Rahyang Nusantara, Deputy Director Dietplastik Indonesia sekaligus Co-Coordinator Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), menilai bahwa terpilihnya Ketua baru INC merupakan titik penting bagi kelanjutan proses perundingan.
“Dengan terpilihnya Ketua INC, proses perundingan kini dapat melangkah maju dengan arah dan tujuan yang lebih jelas. Kondisi ini membuka ruang bagi kemajuan substantif, memastikan partisipasi pengamat tetap bermakna, serta membantu negara-negara merasa lebih aman untuk meningkatkan ambisi. Pada saat yang sama, langkah ini membuat penundaan lebih lanjut semakin sulit untuk dibenarkan,” ujar Rahyang.

Dalam sesi pasca-pemilihan, sejumlah delegasi menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua INC terpilih dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk melanjutkan proses perundingan secara konstruktif. Beberapa negara juga menekankan bahwa penggunaan mekanisme pemungutan suara tertutup dalam pemilihan Ketua tidak dimaksudkan sebagai preseden untuk pembahasan substansi perjanjian, serta menegaskan bahwa konsensus tetap menjadi prinsip utama dalam pengambilan keputusan ke depan.
Dalam pidato penutupnya, Ketua INC terpilih menyampaikan bahwa polusi plastik merupakan tantangan global yang membutuhkan kerja sama semua negara, serta menegaskan komitmennya untuk memimpin proses perundingan secara inklusif, seimbang, dan transparan.

Sidang kemudian ditutup secara resmi oleh Executive Secretary INC. Dengan terpenuhinya struktur kepemimpinan INC, forum menyatakan kesiapan untuk melanjutkan proses perundingan perjanjian global tentang polusi plastik pada tahap berikutnya.
— Selesai —
dokumentasi dapat diunduh disini
Narahubung:
Kia, Comms Officer AZWI
Email: kia@aliansizerowaste.id
Telepon: +62 813-8919-820
Tentang Dietplastik Indonesia
Dietplastik Indonesia adalah organisasi nirlaba yang mendorong perubahan sistemik untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai, memperluas sistem guna ulang di Indonesia, dan mengadvokasi pengurangan emisi metana dari sektor sampah. Sejak 2013, kami telah memimpin advokasi nasional — mendukung lebih dari 100 kota dalam menerapkan pelarangan plastik — serta membangun solusi inklusif seperti Pasar Bebas Plastik dan Gerakan Guna Ulang. Kami juga mengatasi krisis iklim dan pencemaran dari hulu dengan mendorong pengelolaan sampah organik langsung dari sumbernya — memastikan sampah tidak hanya dikurangi, tetapi juga tidak tercampur dan salah kelola. Misi kami adalah menghentikan polusi plastik dan menurunkan emisi gas rumah kaca dengan mengubah cara sampah diproduksi, dikonsumsi, dan dikelola, sekaligus mendorong perubahan budaya dan struktur — di mana guna ulang menjadi norma, sampah dicegah dari sumbernya, dan komunitas lokal diberdayakan untuk memimpin transisi yang adil menuju masa depan yang lebih bersih dan sehat.
Tentang Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)
Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah jaringan organisasi yang mengkampanyekan implementasi konsep zero waste yang benar melalui berbagai program dan inisiatif. AZWI berkomitmen untuk mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan berdasarkan prinsip hirarki pengelolaan sampah dan siklus hidup material.
Website: aliansizerowaste.id













