Thursday, January 22, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Artikel

Berikut Alasan Kamu Harus Tinggalkan 5 Produk Berbahan Plastik Ini

by Aliansi Zero Waste Indonesia
August 16, 2021
in Artikel
Reading Time: 4min read
95
Berikut Alasan Kamu Harus Tinggalkan  5 Produk Berbahan Plastik Ini
0
SHARES
786
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Modernitas mendorong umat manusia berperilaku lebih konsumtif. Setiap hari kita membeli berbagai keperluan, mulai dari makanan minuman hingga barang yang menghasilkan sampah mulai dari tas kresek, kemasan sachet hingga sisa makanan minuman. Sebagian dari sampah tersebut adalah jenis plastik sekali pakai yang sesungguhnya dapat dihindari. 

Sampah plastik sekali pakai ini sering diabaikan, padahal berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Jenis sampah plastik yang sering kita hasilkan seperti kantong plastik (kresek), popok atau pembalut sekali pakai, styrofoam, kemasan sachet, dan sedotan plastik. Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) mendorong kampanye “Ban the Big Five (5)” di berbagai tingkatan satuan pendidikan untuk mengeliminasi penggunaan kelima jenis produk berbahan plastik tersebut. 

Mengapa kelima jenis produk berbahan plastik tersebut harus kita hindari? Mari simak penjelasannya berikut ini. 

Kantong Plastik 

Ketergantungan pemakaian kantong plastik telah menjadi isu yang menghangat di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir. Sampah kantong plastik dapat mencemari lingkungan dalam jangka waktu yang sangat lama. Sebuah kantong plastik membutuhkan 500-1000 tahun untuk benar-benar terurai.

Kantong plastik juga menjadi salah satu penyebab perubahan iklim utama di mana sejak proses produksi hingga pembuangan, sampah plastik melepaskan emisi gas rumah kaca cukup besar ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak bumi dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik juga melepaskan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana. 

Dari aspek kesehatan, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia karena kandungan kimia beracun pada kantong plastik bisa berpindah ke makanan.

Microbeads

Kita sering menemukan butiran scrub dalam produk perawatan kulit dan kecantikan. Ternyata, butiran-butiran ini terbuat dari partikel-partikel kecil plastik yang disebut microbeads. Microbeads berfungsi sebagai eksfoliator atau membuang sel-sel kulit mati pada kulit. Ukuran normal microbeads setelah menjadi scrub biasanya berkisar kurang lebih 5 mm.

Meski berdampak baik pada kulit, sayangnya dampak dari penggunaan microbeads ini memberi pengaruh kurang baik untuk lingkungan. Hal ini terbukti dari hasil riset Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON), bahwa mikroplastik (microbeads) dengan mudah mengikat bahan kimia beracun, tentunya berdampak kerusakan yang serius pada kehidupan biota laut.

Para ilmuwan di Eropa juga menyebutkan jika setiap kali kita membersihkan muka dengan produk yang mengandung scrub, maka kita turut membuang 94.500 microbeads yang bercampur bersama air limbah. Inilah alasan mengapa para ilmuwan kecantikan dan juga aktivis lingkungan mengatakan microbeads berbahaya, dan segera mendesak perusahaan kosmetik untuk menghentikan penggunaannya.

Styrofoam

Sudah bukan hal asing lagi jika styrofoam adalah salah satu produk plastik yang membahayakan baik dari lingkungan maupun kesehatan. Sayangnya, kemasan produk ini masih sering kita jumpai sebagai wadah makanan. Styrofoam dipergunakan oleh restoran cepat saji sampai ke usaha makanan minuman di pinggir jalan. Secara umum, alasan penggunaan styrofoam karena murah dan praktis.

Menurut pakar persampahan dari Institut Teknolog Bandung (ITB) Enri Damanhuri, styrofoam adalah plastik yang paling bermasalah di antara jenis plastik lainnya karena membahayakan kesehatan dan lingkungan. Styrofoam terbuat dari butiran-butiran styrene, yang diproses dengan menggunakan benzena. Benzena termasuk zat yang bisa memicu berbagai macam penyakit. 

Beberapa lembaga dunia seperti World Health Organization, International Agency for Research on Cancer dan EPA (Environmental Protection Agency) menyatakan bahwa styrofoam telah dikategorikan sebagai bahan karsinogen (bahan yang dapat menyebabkan kanker).

Dari segi lingkungan, sampah styrofoam juga merupakan sampah yang sulit terurai seperti halnya sampah plastik lainnya. Namun jika jenis plastik lain dicari oleh pemulung karena bisa didaur ulang, styrofoam tidak. Selain menyebabkan pencemaran, styrofoam ternyata berkontribusi pada timbulnya efek rumah kaca. Menurut beberapa penelitian, proses pembuatan produk plastik itu masih menggunakan chloro fluoro carbon (CFC) yang menjadi penyebab efek rumah kaca.

Kemasan Sachet

Selain styrofoam dan kantong plastik sekali pakai, kemasan plastik sachet multilapis (multilayer) yang digunakan dalam berbagai produk seperti kopi instan hingga deterjen adalah hal yang harus dikurangi bahkan ditinggalkan.

Peneliti Ecoton, Eka Chlara Budiarti menyebutkan bahwa tingkat daur ulang kemasan sachet sangat rendah berbanding terbalik dengan tingkat pemakaian masyarakat yang sangat tinggi. Hasil temuan Ecoton, plastik sachet tidak diminati oleh pemulung karena kebutuhan industri daur ulang terhadap sampah sachet sangat rendah. Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan bahwa sampah sachet yang terbuang ke sungai dan lautan berpotensi menjadi mikroplastik yang terakumulasi di perairan. Mikroplastik 

Sedotan Plastik

Sedotan plastik dampak buruknya sama seperti jenis plastik sekali pakai lain. Hal ini karena sedotan plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai. Sam Athey, peneliti polusi plastik dari Plastic Ocean Project menyebutkan butuh sekitar 200 tahun bagi sedotan plastik polypropylene untuk rusak di bawah kondisi lingkungan normal.

Pemakaian sedotan plastik di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Data yang dikumpulkan oleh Divers Clean Action pada tahun 2018 memperkirakan pemakaian sedotan di Indonesia setiap harinya mencapai 93.244.847 biji. Sedotan itu berasal dari restoran, minuman kemasan, dan sumber lain. 

Selain berbahaya bagi lingkungan, sedotan juga berisiko bagi kesehatan manusia. Menurut ahli gizi, Christy Brissette, di luar dampak lingkungan negatif yang jelas, ada sejumlah alasan kesehatan pribadi untuk menghindari sedotan plastik. Minum dengan sedotan plastik dapat menyebabkan lebih banyak udara masuk ke sistem pencernaan. Kondisi ini akan meningkatkan kemungkinan bahwa kamu mengalami peningkatan gas dan kembung di perut.  (Kia)

Tags: azwiban the big 5sedotanzero wastezero waste indonesia
Previous Post

Lima Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Berkontribusi pada Kampanye #PlasticFreeJuly

Next Post

Lewat Aksi Damai, Konsumen Mengirimkan Sembilan Pesan kepada Sembilan E-Commerce

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025

Recent News

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In