Saturday, January 17, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Reportase

Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara Tebet: Solusi atau Polusi?

by Aliansi Zero Waste Indonesia
September 10, 2021
in Reportase
Reading Time: 3min read
22
Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara Tebet: Solusi atau Polusi?

Sumber: beritasatu.com

0
SHARES
474
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara (FPSA) berskala mikro di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. FPSA di Tebet ini dikabarkan akan menggunakan teknologi insinerator dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 150 ton per hari.

Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi menyebutkan adanya ide pembangunan proyek tersebut, jelas Pemprov DKI telah keluar dari tugas yang diamanatkan dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah. Dia juga menjelaskan pengelolaan sampah dengan model pembakaran sampah ini tidak ada dalam Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstrada). 

“Lalu kita cek dalam kegiatan strategis daerah baru, yang dianggap penting dalam Pemprov juga gak ada menggunakan teknologi ini, ini hanya alasan klise pemerintah,” ucap Bagus dalam siaran langsung instagram Aliansi Zero Waste Indonesia, Selasa (8/9/2021).

Bagus menegaskan, proyek FPSA Tebet merupakan rentetan panjang ketidakmampuan pemerintah dalam pengelolaan sampah baik di Jakarta maupun Nasional. Padahal, kata Bagus, Indonesia sudah punya produk kebijakan yang memadai tentang tata kelola sampah. 

“Jika kita lihat dari karakteristik sampah, itu ada tanggung jawabnya, ada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, PP Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Peraturan Menteri LHK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen,” tegasnya.

Di sisi lain, Bagus juga menyoroti potensi kerugian finansial yang akan ditanggung dari proyek tersebut. Senada dengan Bagus, Climate and Clean Energy Campaigner GAIA Asia Pasific Yobel Novian mengungkapkan banyaknya biaya yang akan keluar di luar anggaran yang telah disepakati dalam perjanjian.

“Bukan triliunan rupiah lagi ya, itu yang triliunan hanya di atas kertas, sebenarnya banyak yang belum masuk dalam perhitungannya. Misalnya, biaya untuk decommissioning, itu kan harus ada yang ngurusin seperti ide pembongkaran aset fasilitas produksi, hingga clean up sesudah pakainya,” kata Yobel dalam acara yang sama.

Yobel juga menjelaskan, biaya membersihkan sisa-sisa abu pembakaran sampah inilah yang akan membuat anggaran insinerator menjadi mahal dan jarang dimasukkan dalam surat perjanjian pembangunan proyek. 

Tak hanya mengkritik potensi kerugian anggaran pembangunan insinerator, Yobel juga menyinggung ketiadaan informasi yang cukup pada masyarakat tentang potensi dampak lingkungan dan kesehatan. Padahal, hal tersebut menjadi hal paling krusial untuk diketahui oleh masyarakat khususnya yang berada di sekitar wilayah pembangunan FPSA.

“Paling kerasa langsung di emisi yang dikeluarkan dari cerobong asap pembakaran insinerator, soalnya itu yang akan terpapar langsung ke masyarakat, lalu ada lagi yang tidak dikasih tau yakni abu sisa pembakaran. Abunya itu mau taruh di mana? kalau disimpan sementara berapa banyak? apa ada jaminan abu ini tidak bocor ke lingkungan?,” katanya.

“Padahal, abu sisa pembakaran insinerator telah disepakati dalam forum internasional sebagai sumber Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Bahkan WHO menyatakan insinerator adalah sumber polutan dioksin kedua terbesar di dunia. Dan dioksin ini nempelnya di abu (sisa pembakaran),” jelasnya.

Selanjutnya, Yobel berharap pemerintah bisa fokus berbenah. Sebab, sejatinya solusi yang aman dan terbaik sudah bertahun-tahun kita lakukan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di berbagai daerah, memilah sampah dari rumah tangga hingga perluasan tanggung jawab pengurangan sampah oleh produsen

“Padahal solusinya udah ada di depan mata, masyarakat udah sorak sorai ‘ayo kita mengompos dari rumah’, sudah ada juga pembatasan plastik sekali pakai di berbagai daerah, lah ini kok masih berbelit dengan hal-hal birokratis dan menghabiskan anggaran, ayolah kita dorong terus penolakan terhadap insinerator dan dukung perubahan-perubahan positif yang berdampak baik kepada lingkungan,” pungkasnya. (Kia)

Tags: FPSA TebetGAIAIncineratorITF SunterWALHI Jakarta
Previous Post

Lewat Aksi Damai, Konsumen Mengirimkan Sembilan Pesan kepada Sembilan E-Commerce

Next Post

Zero Waste Academy Set Up System (Online)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025

Recent News

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In