Tuesday, March 17, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Artikel

Mikroplastik Kembali Terdeteksi di Tubuh Manusia, Kini Mengalir di dalam ASI

by Aliansi Zero Waste Indonesia
October 19, 2022
in Artikel, Single-Use Plastic Reduction
Reading Time: 3min read
0
Mikroplastik Kembali Terdeteksi di Tubuh Manusia, Kini Mengalir di dalam ASI
0
SHARES
639
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pada tahun 2021, tim peneliti dari Italia menemukan fakta bahwa mikroplastik sudah ada di dalam plasenta manusia. Mereka menemukan 12 fragmen mikroplastik pada empat dari enam plasenta. Baru-baru ini, penelitian yang diterbitkan Polymers juga mendeteksi mikroplastik dalam ASI manusia untuk pertama kalinya.

Mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil dan dapat mencemari lingkungan. Meskipun ada berbagai pendapat mengenai ukurannya, mikroplastik didefinisikan memiliki diameter yang kurang dari 5 mm. 

Terdapat dua jenis mikroplastik, primer dan sekunder. Mikroplastik primer sengaja dibentuk industri yang biasa disebut microbeads untuk produk tertentu seperti kosmetik, pasta gigi, sabun, dan deterjen. Mikroplastik sekunder berasal dari plastik ukuran besar yang telah terdegradasi alam menjadi partikel lebih kecil.

Dilansir The Guardian, 7 Oktober 2022, para peneliti mengambil sampel ASI dari 34 ibu sehat, seminggu setelah melahirkan di Roma, Italia. Mikroplastik terdeteksi pada 75 persen di antara mereka. Plastik sering mengandung bahan kimia berbahaya, seperti ftalat, yang telah ditemukan dalam ASI sebelumnya. 

Penelitian menemukan mikroplastik yang terdiri dari polietilen, PVC, dan polipropilen. Para peneliti tidak dapat menganalisis partikel yang lebih kecil dari 2 mikron dan partikel plastik yang lebih kecil kemungkinan ada. Sampel ASI dikumpulkan, disimpan dan dianalisis tanpa menggunakan plastik dan sampel kontrol juga diproses untuk menyingkirkan kontaminasi.

Bagaimana Mikroplastik Bisa Masuk ke dalam ASI?

Para ilmuwan mencatat makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu hamil dalam kemasan plastik dan makanan laut, serta penggunaan produk kebersihan pribadi yang mengandung plastik. Akan tetapi mereka tidak menemukan korelasi dengan keberadaan mikroplastik. Menurut para peneliti ini menunjukkan bahwa mikroplastik ada di mana-mana. 

“Jadi bukti keberadaan mikroplastik dalam ASI meningkatkan kepedulian kami terhadap populasi bayi yang sangat rentan,” kata Dr Valentina Notarstefano, dari Università Politecnica delle Marche, di Ancona, Italia, seperti dikutip dari Kompas.

Sementara itu faktor risiko mikroplastik spesifik tidak diidentifikasi dalam penelitian kecil ini. “Kami ingin menyarankan wanita hamil untuk lebih memperhatikan menghindari makanan dan minuman yang dikemas dalam plastik, kosmetik dan pasta gigi yang mengandung mikroplastik, dan pakaian yang terbuat dari kain sintetis,” kata Notarstefano.

Dampak Mikroplastik dalam Tubuh Manusia

Sementara itu, Peneliti ECOTON Eka Chlara Budiarti menyebutkan permasalahan mikroplastik dalam tubuh manusia bukan hanya terjadi sekali. Sebelumnya pada tahun 2019, ECOTON sudah pernah melakukan penelitian terhadap sekitar 40 sampel feses (tinja) manusia dari berbagai daerah di Bali dan Jawa. Hasilnya, tidak satu pun sampel yang diteliti bebas dari kontaminasi mikroplastik.

Uji Laboratorium Sampel Air Sungai Tambak Wedi yang Diduga Mengandung Mikroplastik Foto: Ecoton

Alumni Universitas Diponegoro Semarang ini mengungkap bahwa mikroplastik dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Sejak awal 2021, Ecoton bersama tim relawan juga telah melakukan uji sampel air sungai di Indonesia dan melihat kandungan mikroplastiknya. Sampel yang diambil di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara dan Jawa menunjukkan semua mengandung mikroplastik.

Padahal, air sungai merupakan sumber bahan baku untuk PDAM. Hal ini tentunya sangat berbahaya, sebab belum ada teknologi screening mikroplastik yang digunakan untuk memeriksa kualitas air di PDAM.  

“Kandungan mikroplastik di lingkungan pada gilirannya akan masuk ke dalam rantai makanan, melalui air, ikan, wadah plastik yang kita gunakan, lalu juga oleh udara yang kita hirup, potensi mikroplastiknya itu dari sisa-sisa pembakaran sampah. Pada akhirnya masuk ke dalam tubuh manusia,” urainya.

Tak hanya itu, menurut Chlara, mikroplastik juga bersifat layaknya transporter, memiliki kecenderungan mengikat bahan-bahan lain seperti limbah, logam berat, deterjen, pestisida, dan racun yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Mikroplastik masuk dalam kategori EDC (Endocrine disruption Chemical) bahan kimia pengganggu hormon.

Sebelumnya, AZWI juga pernah mewawancarai salah satu Ahli Patologi Klinik Dokter Raja Iqbal Mulya Harahap. Dia menyebutkan, bahaya mikroplastik yang berada di dalam tubuh manusia mungkin tidak akan terasa secara langsung. Namun, jika mikroplastik ini terakumulasi dalam jangka waktu yang lama, tidak menutup kemungkinan akan berakibat fatal pada organ tubuh manusia.

“Pada jumlah tertentu, mikroplastik bersifat antigenik yang memicu proses peradangan kronis pada tubuh manusia. Apalagi jika manusia tersebut memiliki kerentanan genetik, ini bisa menjadi salah satu faktor pemicu resiko penyakit kanker dan autoimunitas. Kita ketahui saat ini penyakit autoimunitas meningkat secara cepat, bisa jadi faktor pemicunya dari mikroplastik yang berukuran kecil (microbeads),” pungkasnya. (Kia).

Tags: azwiecotonmicroplastikmikroplastikmikroplastik dalam ASIplastik sekali pakaizero wastezero waste lifestyle
Previous Post

Gerakan Guna Ulang Sebagai Upaya untuk Mewujudkan Percontohan Ekosistem Guna Ulang

Next Post

GIDKP dan Muhammadiyah Gandeng Ibu-Ibu untuk Belanja Serta Memasak Tanpa Plastik Sekali Pakai di Pasar Tebet Barat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Longsoran Sampah Bantargebang, Alarm Keras Tata Kelola Sampah Indonesia

Longsoran Sampah Bantargebang, Alarm Keras Tata Kelola Sampah Indonesia

March 12, 2026
AGUNI dan AZWI Dorong Sistem Guna Ulang Jadi Solusi Hulu Atasi Krisis Sampah Plastik di Indonesia

AGUNI dan AZWI Dorong Sistem Guna Ulang Jadi Solusi Hulu Atasi Krisis Sampah Plastik di Indonesia

March 10, 2026
Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

February 13, 2026
Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

February 10, 2026

Recent News

Longsoran Sampah Bantargebang, Alarm Keras Tata Kelola Sampah Indonesia

Longsoran Sampah Bantargebang, Alarm Keras Tata Kelola Sampah Indonesia

March 12, 2026
AGUNI dan AZWI Dorong Sistem Guna Ulang Jadi Solusi Hulu Atasi Krisis Sampah Plastik di Indonesia

AGUNI dan AZWI Dorong Sistem Guna Ulang Jadi Solusi Hulu Atasi Krisis Sampah Plastik di Indonesia

March 10, 2026
Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

February 13, 2026
Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

February 10, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In