Saturday, January 17, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Artikel

Mikroplastik Ditemukan pada Otak Tikus, Bagaimana dengan Manusia?

by Aliansi Zero Waste Indonesia
June 7, 2023
in Artikel, Single-Use Plastic Reduction
Reading Time: 3min read
0
Mikroplastik Ditemukan pada Otak Tikus, Bagaimana dengan Manusia?
0
SHARES
620
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Darurat sampah plastik bukan hanya menjadi masalah di Indonesia, namun juga Global. Tak hanya jumlahnya yang kian menggunung, tetapi juga dampak mikroplastik yang mulai mengancam kesehatan, baik manusia maupun hewan.

Beberapa studi menunjukkan sampah-sampah plastik yang berukuran kecil <5 mm atau mikroplastik, semakin sulit diatasi, bahkan bisa masuk ke tubuh hewan serta manusia melalui saluran pencernaan dan pernapasan.

Baru-baru ini, partikel plastik juga ditemukan di otak tikus, dua jam setelah mengonsumsi air yang terkontaminasi. Peneliti University of Vienna menemukan bahwa mikro dan nano-plastik dapat melewati pelindung dalam sistem saraf dan berjalan langsung ke otak.

Belakangan, partikel mikroplastik telah banyak ditemukan pada berbagai sumber air, seperti laut, sungai, danau, reservoir, serta air tanah. Penelitian terdahulu berhasil mendeteksi adanya kandungan mikroplastik dalam produk konsumsi yang berasal dari badan air, seperti ikan, remis, bahkan garam dapur, yang menunjukkan bahwa keberadaan mikroplastik telah tersebar dalam berbagai ekosistem air dan telah masuk ke dalam tubuh manusia.

Di samping produk konsumsi dari badan air, tentunya dapat dinyatakan bahwa sumber air itu sendiri telah mengandung cemaran mikroplastik sehingga menimbulkan kekhawatiran yang terkait dengan konsumsi air minum oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pecahan plastik kecil, baik mikroplastik maupun nano plastik dapat ditemukan hampir di mana-mana dan mengkhawatirkan daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Peneliti Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Rafika Aprilianti mengatakan jika saat ini mikroplastik dapat masuk ke dalam otak tikus, maka tidak menutup kemungkinan bahwa mikroplastik juga ada dalam otak manusia. Jika hal ini terjadi, maka dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius. Sebab, mikroplastik sendiri mempunyai kemampuan dapat menyerap polutan, mikroba patogen dan senyawa kimia toksik lainnya yang tentu berbahaya bagi makhluk hidup khususnya manusia.

“Ketika mikroplastik termakan, terminum, atau terhirup oleh tikus, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, zat dan senyawa racun atau mikroba lain yang berada terikat oleh mikroplastik mengendap atau dikeluarkan melalui feses. Hal yang sama juga bisa terjadi kepada manusia,” ujar Rafika saat dihubungi AZWI beberapa waktu lalu. 

Rafika menjelaskan, selain dapat mengikat polutan, mikroplastik sendiri juga mengandung bahan tambahan kimia yang larut, terutama jika terkena pelapukan, panas atau sinar ultraviolet. Misalnya, Bisphenol-A, adalah bahan tambahan kimia dan dikenal bahan kimia pengganggu endokrin. 

“Efek jangka panjangnya dapat memicu adanya penyakit kanker, kerusakan otak, terganggunya sistem metabolisme tubuh, diabetes melitus dan penyakit bahaya lainnya,” jelasnya.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) pada 2022 lalu, terdapat 5 Provinsi yang memiliki kontaminasi partikel mikroplastik tertinggi. Diantaranya, yaitu  Provinsi Jawa Timur ditemukan 636 partikel/100 liter, Provinsi Sumatera Utara ditemukan 520 partikel/ 100 liter, Provinsi Sumatera Barat ditemukan 508 partikel/100 liter, Provinsi Bangka Belitung 497 partikel/100 liter, Provinsi Sulawesi Tengah 417 partikel/100 liter. 

Air sungai memiliki peranan vital dalam kehidupan makhluk hidup sehari-hari sebagai habitat berbagai macam organisme. Keadaan sungai di Indonesia sampai ini dinilai masih buruk karena banyak ditemukan sampah plastik di bantaran dan badan air. Hal ini yang menjadi sumber dari adanya kontaminasi mikroplastik, yaitu partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. grafik 2 menjelaskan bahwa kontaminasi mikroplastik di sungai indonesia tahun 2022 didominasi oleh :

  1. Fibre (Serat) 49.20 %, sumbernya dari degradasi kain sintetik akibat kegiatan rumah tangga pencucian kain, laundry dan juga limbah industri tekstil. Fibre juga disebabkan oleh sampah kain yang tercecer di lingkungan yang terdegradasi karena faktor alam (suhu, arus air dll)
  2. Film (Filamen) 25.60 %, berasal dari degradasi sampah plastik tipis dan lentur (kresek dan kemasan plastik Single layer SL);
  3. Fragment 18.60 %, berasal dari degradasi sampah plastik kaku dan tebal (kemasan sachet multilayer ML, tutup botol, botol shampo dan sabun );
  4. Pellet 4 %, merupakan mikroplastik primer yang langsung diproduksi oleh pabrik sebagai bahan baku pembuatan produk plastik.
  5. Foam 0,4 %, berasal dari degradasi setiap jenis plastik dengan struktur foam (berbusa), misalnya dari Styrofoam atau plastik lainnya meliputi poliestirena (PS), polietilena (PS) atau polivinil klorida (PVC).

Meskipun 75% orang dalam survei global mendukung larangan plastik sekali pakai, perusahaan terus meningkatkan produksi plastik. ⁣Pada tahun 2021, pasar plastik global bernilai lebih dari $590 miliar. Diperkirakan akan mencapai lebih dari $810 miliar pada tahun 2030. Jadi, sampai kapan ancaman mikroplastik ini akan berakhir? (Kia).

Tags: azwiecotonmikroplastikplastik sekali pakaizero waste
Previous Post

Semarakkan Kampung Zero Waste, SIBA KLASIK Gelar Lomba Lingkungan

Next Post

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kampung SIBA KLASIK dan DLH Gresik ikuti Compos Day Bersama KLHK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025

Recent News

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

Wajah Bersih Pasar Tradisional: Praktik Cerdas Minim Sampah di Pasar Jebres Surakarta Hingga Apresiasi Oleh Menteri Perdagangan

December 18, 2025
Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

Children Environmental Action di Pulau Bawean: Anak-Anak dan Warga Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Pantai

December 16, 2025
Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

Dari Sampah Jadi Cuan: Achmad Taufik, Warga Gresik Sulap Tumpukan Daun Jadi Emas

November 11, 2025
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

New Presidential Regulation on Waste-to-Energy (PSEL): A Shortcut that Threatens the Environment and State Finances

October 29, 2025
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In