Friday, February 27, 2026
  • Login
EnglishIndonesian
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring
No Result
View All Result
Aliansi Zero Waste Indonesia
EnglishIndonesian
Home Infografik False Solutions

Sepakat, Pengelolaan Sampah di PLTSa Hanya Solusi Semu yang Tidak Berkelanjutan untuk Selesaikan Masalah Sampah di Solo

by Aliansi Zero Waste Indonesia
July 3, 2024
in False Solutions, Reportase
Reading Time: 4min read
0
Sepakat, Pengelolaan Sampah di PLTSa Hanya Solusi Semu yang Tidak Berkelanjutan untuk Selesaikan Masalah Sampah di Solo
0
SHARES
695
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Diskusi dengan anak muda yang bertemakan pengelolaan sampah di Solo bermuara pada kesepakatan bahwa pemilahan dan pengelolaan dari sumber menjadi solusi efektif untuk menyelesaikan masalah sampah. Disisi lain Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang di gembor-gemborkan menjadi solusi permasalahan sampah melalui proses pembakarannya hanya menjadi solusi semu yang menimbulkan dampak selanjutnya.

Diskusi ini diikuti oleh anak muda berjumlah 10 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Anak muda tersebut mewakili dari Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UNS, Prodi Agroteknologi Universitas Sebelas Maret (UNS), Bank Sampah UNS, dan Pusdi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani LPPM UNS. Diskusi dilakukan secara interaktif pada tanggal Jumat, 28 Juni 2024 lalu.

Penduduk di kawasan perkotaan saat ini semakin bertambah dari tahun- ke tahunnya, karena menjadi destinasi masyarakat meniti karir dan Pendidikan. Badan Pusat Statistik Indonesia memperkirakan bahwa lebih dari setengah penduduk di Indonesia akan tinggal di perkotaan dan bank dunia memperkirakan sekitar 200 juta penduduk di Indonesia akan tinggal di perkotaan atau 66% dari total penduduk. Sedangkan secara global pada 2050 70% akan tinggal di perkotaan bahwa artinya pertumbuhan penduduk kota akan selalu mengalami peningkatan.

Hal tersebut memiliki dampak yang serius terhadap permasalahan sampah terutama di wilayah perkotaan yang memiliki penduduk banyak. Sampah yang dihasilkan dari setiap aktivitas penduduk akan bertambah seiring bertambahnya penduduk. Kasusnya pada wilayah Surakarta dimana menurut Badan Pusat Statistik Kota Surakarta bonus demografi mengalami kenaikan laju jumlah penduduk di tahun 2023 sekitar 0,02%. Sedangkan menurut SIPSN jumlah kenaikan timbunan sampah tahun 2023 mencapai 14% dari tahun sebelumnya.

Artinya kenaikan penduduk sangat berpengaruh terhadap timbunan sampah di kawasan perkotaan. Kota Surakarta sendiri sampah pada bulan 2023 mencapai lebih dari 150 ribu ton dan dengan produksi sampah harian 400 ton.

Berbagai hal dilakukan oleh pemerintah Kota Surakarta untuk mengatasi tumpukan sampah di TPA salah satunya dengan teknologi PLTSA. Teknologi ini di klaim dapat menurunkan volume sampah TPA bahkan dapat menampung sampah di wilayah sekitar Surakarta. Pemerintah juga memberikan klaim bahwa teknologi gasifikasi yang digunakan merupakan teknologi ramah lingkungan.

Nyatanya operasional PLTSa mengalami berbagai dampak yang mengganggu lingkungan masyarakat sekitar. Melihat fakta tersebut Gita Pertiwi melakukan langkah untuk mendiskusikan hal tersebut dengan anak muda sebagai generasi penerus negeri ini. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan berfikir kritis kepada anak muda terhadap pengelolaan sampah di Kota Surakarta. Anak muda yang akan mewarisi kondisi ini harus dilibatkan dalam berbagai strategi pengelolaan lingkungan kedepan.

Dalam diskusi ini anak muda dari berbagai latar belakang dilibatkan dengan jumlah 10 orang yang berasal dari Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UNS, Prodi Agroteknologi UNS, Bank Sampah UNS, dan Pusdi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani LPPM UNS.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan jenis-jenis pengelolaan sampah. Itsna sebagai fasilitator dari  Gita Pertiwi menjelaskan bahwa pengelolaan sampah terdapat 8 jenis diantaranya composting, ecobrik, up cycling, down cycling, RDF, recycling, insenerator dan residu.

Forum anak muda sepakat untuk mencapai itu dalam diskusi ini menggagas bahwa pemilahan dari hulu memiliki peranan penting dalam menunjang optimalnya pengelolaan sampah tersebut.

“Sampah sebelumnya harus dipilah terlebih dahulu sebelum dilakukan pengelolaan, dari masyarakat diberikan penguatan dan peningkatan kesadaran untuk memilah sampah,” ujar Dhea peserta diskusi dari Prodi Penyuluhan dan Pertanian UNS.

Diskusi interaktif dilakukan setelahnya untuk mengetahui penerapan yang paling efektif di Kota Surakarta. Peserta sepakat bahwa recycling menjadi pengolahan yang efektif untuk sampah anorganik, sedangkan sampah organik efektif apabila dilakukan dengan composting. Pengelolaan tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dari pada melakukan pembakaran dengan insenerator.

“PLTSa dapat menjadi solusi tapi dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat sekitar dalam arti baunya, pencemarannya, dan sebagainya,” ujar Natan salah satu peserta diskusi dari Pusdi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani LPPM UNS.

Nanda sebagai salah satu peserta diskusi juga sepakat bahwa PLTSa hanya solusi semu yang sementara saja dan tidak dapat menjadi solusi paten untuk mengelola sampah di Surakarta secara berlanjutan karena sisa pembakaran sendiri akan menghasilkan polutan. Pemerintah harus mengambil ketegasan dalam pengelolaan sampah di Kota Surakarta. Tidak hanya kepada masyarakat untuk memilah tetapi kesadaran petugas pengambil sampah juga perlu untuk diberikan sosialisasi agar membedakan tempat pengumpulan sampah anorganik dan organik.

“Solusi mengenai pengelolaan sampah di Solo dapat dilakukan dari hal terkecil dulu seperti lingkup rumah tangga dan dibutuhkan juga sosialisasi kepada pekerja yang membuang sampah agar dibedakan antar sampah organik dan anorganik,” tambah  Rifat peserta diskusi dari Bank Sampah UNS.

Diskusi ditutup oleh Gaby perwakilan anak muda dari Program Studi Agroteknologi yang berharap bahwa banyak anak muda yang peduli untuk menyelesaikan masalah sampah dimulai dari rumah masing-masing. (Gita Pertiwi)

Tags: bakar sampahfalse solutiongita pertiwiinsineratorpembakaran sampahpltsasampahSolusi semuwaste
Previous Post

Tingkatkan Kepedulian terhadap Pemulung TPA Putri Cempo, Gita Pertiwi Gelar Sarasehan, Doa Bersama, dan Qurban

Next Post

Terbangkan Domik, Detektif Sungai Temukan Mikroplastik di Langit Kediri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Anak Muda dan Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan

April 2, 2021
Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

Budidaya Maggot BSF, Solusi Kurangi Sampah Makanan yang Bernilai Ekonomis

February 1, 2023
Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019, Solusi Jitu Pengurangan Sampah Produsen?

February 19, 2021
5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

5 Rekomendasi Bulk Store Keren di Jakarta untuk Kamu!

February 9, 2021
Gaya Hidup Zero Waste Sebagai Solusi Hidup Minim Sampah

Indonesia and Other Countries’ Efforts in Ending Plastic Pollution

7373
Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

Pawai Bebas Plastik 2023: Dorong Pemerintah serta Produsen untuk Menghentikan Pencemaran Plastik

1371
plastic treaty

Mengungkap Solusi Palsu dalam Negosiasi Perjanjian Internasional tentang Plastik

928
Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

Perdana, Kabupaten Gresik Akhirnya Punya Kampung Bebas Sampah Zero Waste Cities

98
Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

February 13, 2026
Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

February 10, 2026
Ketua Baru INC Terpilih, Negosiasi Perjanjian Global Plastik Kembali Dilanjutkan

Ketua Baru INC Terpilih, Negosiasi Perjanjian Global Plastik Kembali Dilanjutkan

February 9, 2026
Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

February 6, 2026

Recent News

Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

Bangun Budaya Pilah Sampah, 50 Rumah Tangga Desa Oro-Oro Ombo Ikuti Program Zero Waste Cities Kota Batu

February 13, 2026
Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

Dari Lombang ke TPA: Prinsip yang Terkubur oleh Kompleksitas Jenis Sampah

February 10, 2026
Ketua Baru INC Terpilih, Negosiasi Perjanjian Global Plastik Kembali Dilanjutkan

Ketua Baru INC Terpilih, Negosiasi Perjanjian Global Plastik Kembali Dilanjutkan

February 9, 2026
Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Dietplastik Indonesia Luncurkan FIREFLIES, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

February 6, 2026
Aliansi Zero Waste Indonesia

Aliansi Zero Waste Indonesia | Go For Zero Waste

Follow Us

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Artikel
    • Reportase
    • Siaran Pers
    • Feature
  • Publikasi
    • Laporan
    • Buletin
  • Pendekatan Zero Waste
    • Isu Strategis
      • Pengurangan Produksi Plastik
      • Penurunan Pola Konsumsi Plastik
      • Sistem Guna Ulang
      • Solusi Semu
      • Sampah Organik
    • Flagship Program
      • Zero Waste Cities and Island
      • Plastics Treaty
      • Brand Audit
      • Project Boost
      • Sekolah Ekologis
      • Project Merit
  • Tentang Kami
    • Profil Aliansi
    • Anggota
    • Dewan Pengarah
    • Sekretariat Nasional
    • Jejaring

© 2020 Aliansi Zero Waste Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In